Round-Up

Tangis Pengantin Baru Makamkan Adiknya Korban KM Virgo di Hari Pernikahan

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 24 Sep 2026 05:21 WIB
Pemakaman korban KM Virgo di Desa Lumbung Kerep, Wonosari, Klaten, Rabu (23/9/2026). Foto: dok. detikJateng
Solo -

Pemakaman Bagus Mahendra (21), salah satu korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Dukuh Sidorejo, Desa Lumbung Kerep, Kecamatan Wonosari, Klaten diwarnai isak tangis terutama dari sang kakak. Pasalnya, hari pemakaman bertepatan dengan momen pernikahan kakak Bagus.

"Kakaknya ya cuma nangis tadi, mungkin haru. Karena mestinya saksinya nikah itu ya Danang sama Bagus, tapi karena Bagus mau dimakamkan saksinya diganti anak saya,'' ungkap paman kedua korban, Hartanto (48) kepada wartawan di rumah duka usai ijab kabul di KUA, Rabu (23/9/2026) siang.

Hartanto melanjutkan, yang bakal melangsungkan pernikahan pada Rabu adalah kakak perempuan Bagus nomor dua, atau adik Danang Yuliyanto (31) yang selamat dari insiden KM Virgo. Ia menuturkan ijab kabul tetap dilaksanakan lantaran tanggalnya sudah ditentukan.

"Sebelum ada kapal tenggelam itu sudah dipastikan tanggal pernikahannya. Kebetulan kok pas hari ini, pas Bagus dibawa pulang untuk dimakamkan, kita juga tidak tahu," ungkap Hartanto.

"Jadi ya tetap dilaksanakan karena jadwal KUA. Di tempatnya cowok (ada resepsi) di sini tidak ada, tapi juga diminta ke sana semua, dekat kok cuma sekitar dua kilometer jaraknya, cuma beda desa," lanjut Hartanto.

Karena itu, meski di rumah tengah berlangsung suasana duka, pernikahan tetap dilangsungkan di KUA.

"Iya tetap dilangsungkan, saya tadi juga menunggu ijab kabul di KUA. Setelah itu saya selaku perwakilan keluarga terus pasrah ke pengantin cowok, baru ke sini (rumah duka)," terang Hartanto.

Danang Ceritakan Detik-detik Kehilangan Sang Adik

Danang lantas menceritakan momen di mana dia kehilangan sang adik untuk selamanya. Awalnya, dia bersama Bagus mengantar gerobak es dari Solo ke Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Saya itu mau kirim gerobak es dari Solo ke Kalteng (Kalimantan Tengah), dari rumah itu Jumat (11/9) habis magrib. Naik kapal itu Sabtu (12/9) pagi sekitar jam 06.00 WIB, kapal berangkat dari pelabuhan sekitar jam 10.00 WIB," ujar Danang.

Ia mengungkapkan, pada sore hari usai bertolak dari Surabaya, ombak mulai meninggi. Danang memutuskan tidur hingga dini hari tatkala tragedi tersebut terjadi.

"Saya tidur sampai kejadian jam berapa itu, ada orang lari-lari. Saya bangunkan adik saya, Bagus ini, tak bangunin untuk ngecek kondisi," jelas Danang.

Ternyata, kata Danang, kapal saat itu sudah agak miring sehingga dirinya bersama Bagus masuk lagi untuk mengambil jaket pelampung. Setelah memakai pelampung dirinya dan Bagus balik ke pintu mau lompat.

"Saat itu mau lompat ke laut belum berani karena masih tinggi, tidak lama lampu mati dan penumpang dari dalam panik dorong-dorong. Saya pegang erat tangan adik saya tapi karena didorong-dorong akhirnya lepas," ucap Danang.

Setelah itu, sambung Danang, dirinya tidak lagi mengetahui nasib adiknya. Dirinya naik ke atap kantin karena kapal semakin miring.




(apu/apu)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork