Korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, tidak hanya anak-anak. Ada juga orang tua, salah satunya Nur Hayati (43), yang kini terbaring di IGD RSUD Kalisari Batang setelah mencicipi menu MBG anaknya.
Suami Nur, M Saadullah, mengungkapkan istrinya sakit setelah memakan sisa MBG anaknya yang PAUD pada Selasa (22/9) siang.
"Makan siang sekitar jam 12-an. Pulang dari sekolah dimakan sisanya. Habis itu terasa itu malamnya. Malam itu terasa, kemarin malam berarti. Ke kamar mandi terus, terus sampai saya kerokin, tak kira masuk angin," katanya ditemui detikJateng di ruang IGD, Rabu (23/9/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Rabu pagi, Saadullah pergi ke apotek mencari obat bagi istrinya. Ia sempat mengira penyakit diabetes yang diderita istrinya kambuh.
"Terus paginya tak carikan obat ke apotek dikira diabetes, atau apa... cari obat biar enggak, biar enggak menceret-menceret sama mual-mual. Lah malah, enggak tahunya malah kena MBG ini," tuturnya.
Ia sendiri baru menyadari istrinya keracunan setelah memantau grup WhatsApp sekolah.
"Baru nyadari (keracunan) dari grup, dari udah seharian tidur. Nah, itu di grup itu pada kayak gitu, lah baru tahu, oh, ini kena MBG," katanya.
Nur Hayati lantas dilarikan ke Puskesmas Bawang, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kalisari.
"Ini dari petugas (yang rujuk)," tambahnya .
Saat ditanya menunya apa, ia sendiri tidak tahu persis. Hanya saja, ada telur.
"Saya kurang tahu, yang saya tanya cuma makan telurnya saja. Sisa itu kan eman-eman, orang tua kan biasa gitu," imbuhnya.
Diketahui, jumlah korban keracunan MBG di Bawang mencapai ratusan orang. Mereka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.
"Kita berikan layanan di sejumlah tempat layanan kesehatan, seperti Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas Subah, dan RSUD Kalisari Batang," kata Wakil Bupati Batang, Suyono, ditemui di RSUD Kalisari, Rabu (23/9) malam.
"Update jam 20.38 WIB, total 276 (orang) yang terdampak di Bawang. Jadi perkembangan nantinya kita tunggu, saat ini kita perhatian bersama," lanjut Suyono.
