Sejumlah siswa SMA Negeri (SMAN) Sampang Kabupaten Cilacap diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Gejala mulai dirasakan sebagian siswa sejak Selasa (22/9) malam hingga kondisi mereka memburuk saat berada di sekolah.
"Semalam sebenarnya sudah mulai kerasa, terus tadi pagi di sekolah tambah parah. Terus kan sudah ketahuan MBG. Dikumpulin jadi satu tempat. Yang sakit perut biasa saja dipisah, yang parah dibawa ke sini," kata salah seorang siswa, Yesilia Suwita, siswi kelas 10 E8 saat ditemui di Puskesmas Sampang, Rabu (23/9/2026).
Yesilia mengatakan gejala yang dirasakan berupa mual, pusing hingga diare. Bahkan, saat kondisinya memburuk, dia mengaku mengalami penglihatan berkunang-kunang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah kerasa itu tadi malam, tapi tadi tak paksain berangkat sekolah. Karena kirain kayak sakit perut biasa. Tapi tadi ternyata tambah nggak enak rasanya. Kayak tadi mual, pusing, diare, terus penglihatan kunang-kunang," ujarnya.
Menurut Yesilia, bukan hanya dirinya yang mengalami keluhan serupa. Dia memperkirakan jumlah siswa yang mengalami gejala tersebut mencapai sekitar seratus orang.
"Teman-teman juga katanya banyak yang gejala kaya gini. Kayaknya ada yang sudah mulai kerasa tadi malam, sama ada yang tadi di sekolahan. Banyak yang kayak gini, teman-teman, kayaknya seratusan deh," ungkapnya.
Yesilia kemudian dibawa ke Puskesmas Sampang oleh pihak sekolah untuk mendapatkan penanganan. Dia mengaku belum sempat menyantap menu MBG pada hari ini karena sudah berada di puskesmas.
"Tadi nggak sempat makan MBG. Soalnya sudah di sini," tuturnya.
Dia juga menceritakan menu MBG yang disantap sehari sebelumnya. Menu tersebut terdiri dari sayur kangkung, tahu, ayam rica-rica, dan buah semangka.
"Menunya kemarin itu sayur kangkung, tahu, sama ayam yang dirica-rica sama semangka. Itu menu MBG," jelasnya.
Menurut Yesilia, saat disantap makanan tersebut tidak menunjukkan kondisi yang mencurigakan. Dia bahkan tetap menghabiskan makanan karena rasanya dianggap masih normal, meski menurutnya agak hambar.
"Kemarin itu menu MBG-nya masih bagus. Cuma rasanya hambar-hambar gitu. Enak saja rasanya, nggak ada yang aneh jadi dimakan saja," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Cilacap, Hasanuddin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini menurut dia, pihaknya masih terus melakukan penanganan dan pendataan.
"Terkait dengan dugaan keracunan MBG untuk siswa SMA Negeri Sampang yang terjadi hari ini, Rabu tanggal 23 September tahun 2026, langkah utama yang kami lakukan dari Dinas Kesehatan dan teman-teman di lapangan, itu adalah yang terpenting adalah melakukan penyelamatan, dalam artian memberikan pertolongan kepada siswa-siswa khususnya yang mengalami keluhan untuk dilaksanakan pemeriksaan," katanya.
