Siswa di Ungaran Dapat MBG Telur Mentah, Korwil SPPG Minta Maaf

Siswa di Ungaran Dapat MBG Telur Mentah, Korwil SPPG Minta Maaf

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 21 Sep 2026 09:21 WIB
Ilustrasi telur mentah
Ilustrasi telur mentah. Foto: Getty Images/ksushachmeister
Semarang -

Viral beredar di media sosial video bernarasi menu makan bergizi gratis (MBG) telur mentah didistribusikan di salah satu sekolah wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang. Koordinator Wilayah Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (Korwil SPPG) meminta maaf.

"Saya Sukma Korwil Kabupaten Semarang. Pertama-tama saya memohon maaf atas kejadian yang terjadi seperti yang diberitakan," kata Korwil SPPG Kabupaten Semarang, Muhammad Romi Dian Sukma melalui pesan WhatsApp kepada detikJateng, Minggu (20/9/2026).

"Saat ini kami sudah melakukan pelaporan kepada pimpinan dan untuk SPPG yang bersangkutan sudah kami evaluasi," ujar Sukma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video yang beredar terlihat dalam video itu telur lauk MBG telah dikupas sebagian cangkangnya. Namun, isi telur tersebut masih mentah hingga menetes ke dalam ompreng.

ADVERTISEMENT

Perekam video kemudian menunjukkan sajian irisan kentang yang berwarna cokelat tua dan berbintik hitam. Kentang itu berbeda dengan irisan lain yang berwarna cokelat muda.

Sukma berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Dia juga menyarankan agar penerima manfaat memberi saran atau kritik secara langsung kepada dapur MBG terkait.

"Semoga kejadian seperti yang diberitakan tidak terulang kembali. Kami sangat menerima kritik dan saran dari penerima manfaat namun besar harapan kami agar saran dan kritik bisa langsung disampaikan kepada pihak SPPG," urai Sukma.

Dimintai konfirmasi terpisah, Ketua Koordinator Regional (Kareg) Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah (Jateng), Reza Mahendra menjelaskan bahwa menu tersebut disajikan oleh salah satu SPPG di Ungaran Barat pada Jumat (18/9/2026).

"Perihal kejadian tersebut adalah menu di SPPG Semarang Ungaran Barat 4. Menu hari Jumat 18 September 2026," kata Reza melalui pesan WhatsApp kepada detikJateng, Senin (21/9/2026).

Menurut Reza, menu telur yang masih mentah itu hanya terjadi pada satu dari ribuan ompreng yang disajikan pada hari itu.

"Menu telur yang tidak matang dilaporkan dalam satu menu dari 2.463 penerima manfaat," ujar Reza.

Reza mengungkapkan kejadian ini telah dilaporkan kepada BGN. Rekomendasi yang diberikan yaitu meminta maaf kepada pihak sekolah serta evaluasi agar menu telur dapat dikupas cangkangnya.

"Sudah dilaporkan ke BGN dan diminta ada evaluasi serta permintaan maaf ke sekolah agar kiranya menu telur seharusnya dikupas cangkang telurnya," jelas Reza.



(afn/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads