Polisi masih menyelidiki kasus dugaan keracunan massal dalam program pemberian makanan tambahan (PMT) di Desa Rowobelang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dari hasil penyelidikan sementara polisi menyoroti soal kondisi bubur kacang hijau.
"Memang dari hasil penyelidikan, untuk makanan kacang hijau tersebut dibuat pada pagi hari dan memang seyogyanya diberikan pada pagi hari. Akan tetapi karena ada satu dua hal, kemudian diberikan sore hari dan itu yang kemungkinan menjadi salah satu penyebab keracunan," kata Kasat Reskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama, saat ditemui di Mapolresta Batang, Rabu (23/9/2026).
Bubur kacang hijau disebut Bintoro, dibuat pada pagi hari dan semestinya diberikan kepada penerima manfaat pada pagi hari juga. Namun, karena adanya kendala, makanan tersebut baru dibagikan pada sore hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan. Sampel bubur kacang hijau telah diamankan untuk diperiksa di laboratorium forensik di Semarang. Selain itu, polisi juga mengambil sampel muntahan dari sejumlah pasien yang mengalami gejala keracunan.
"Untuk hasil lab sendiri kami sudah mengambil sampel untuk bubur kacang hijau sendiri, kemudian dari muntahan beberapa pasien, itu kami ambil hasilnya untuk kami labforkan ke Semarang. Jadi masih menunggu hasilnya," jelas Bintoro.
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi para korban, di antaranya bubur kacang hijau, roti tawar, dan tahu bacem.
Kondisi Terkini Korban
Sementara itu, hingga Rabu siang (23/9), sejumlah korban masih menjalani perawatan di RSUD Kalisari Batang. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, hingga Rabu siang (23/9), masih terdapat 14 orang yang saat ini menjalani rawat inap.
Saat dihubungi melalui pesat telponya, Khairunnisa,Kasi Surveilans, imunisasi dan KLB Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, mengungkapkan hal senada.
"Update tanggal 23 Septembe, rawat jalan total ada 27 orang, rawat inap di RSUD Batang ada 14 orang," jelasnya.
Sebelumnya pada Selasa (22/9), tercatat ada 31 rawat jalan sedangkan rawat inap 10 orang. Namun, untuk pasien rawat inap ada penambahan per Rabu (23/9).
Total orang bergejala menjadi 41 orang, yang terdiri dari 13 orang laki-laki dan 28 orang wanita.
"Tindakan Dinkes, melakukan penyelidikan epidemiologi, analisis data kasus, investigasi higiene sanitasi, komunikasi risiko, surveilans aktif dan pengiriman spesimen ke laboratorium rujukan," ungkapnya.
Pihaknya juga telah mengirimkan sampel berupa, kacang hijau, roti tawar, tahu bacem, faces kasus dan air sumur bor.
Diberitakan sebelumnya, puluhan warga mengalami keracunan usia santap makanan Program Makanan Tambahan (PMT) di Dukuh Rowosoko, Desa Rowobelang, Batang. Puluhan warga merasakan gejala muntah, pusing, sakit perut dan diare, beberapa jam usai santap menu PMT yang diberikan pada Senin Sore (21/9).
Menu yang diberikan berupa bubur kacang hijau, roti tawar, dan tahu bacem. Menu tersebut, sedianya dibagikan pada Senin pagi (21/9).
