Wanita yang Viral Didatangi Gerombolan Ngaku DC Ceritakan Kronologi

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Selasa, 22 Sep 2026 18:18 WIB
Foto: Ilustrasi menggunakan Gemini AI
Sukoharjo -

Perempuan inisial L (32) warga Palembang, mendapatkan pengalaman tidak mengenakan saat didatangi sejumlah pria yang diduga debt collector (DC) di salah satu parkiran minimarket di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Dia menyebut ada sembilan orang yang mengerubunginya.

"Saya mampir minimarket buat beliin air minum anak saya. Pas keluar langsung dikerubung 9 orang laki-laki itu, saya cepat-cepat masuk ke dalam mobil, dan sempat tarik-tarikan," kata L kepada awak media di Mapolresta Solo, Selasa (22/9/2026).

"Kejadiannya kemarin sore, Senin sekira pukul 14.30 WIB," imbuhnya.

Dia menceritakan, saat di dalam mobil kaca jendelanya terbuka sedikit dan ada tangan yang mencoba masuk untuk mengambil kunci. Saat tarik-tarikan itu, jilbabnya sempat terbuka. Akhirnya L bisa meraih kunci mobilnya, menyalakan mesin, menutup kaca jendela dan mengunci pintu.

Dalam kasus ini, mereka mencoba menguasai mobil L jenis Honda Brio, nopol BG-1642-AS. Dia mengatakan, salah satu pria yang diduga DC itu menuduhnya jika membawa kabur mobil tersebut.

"Mobil saya terus ditendangin, ditonjokin, saya dimaki-maki, bahkan saya diteriaki maling. Saya dituduhnya mobil dicuri, dilarikan dari Palembang ke Jateng. Padahal itu mobil milik saya sendiri, saya debitur resmi bukan atas nama orang lain," jelasnya.

Diakuinya, mobil tersebut terlambat cicilan selama 4 bulan. Namun L mengatakan, jika dirinya dipersulit saat hendak membayar cicilan mobilnya.

"Masih dalam cicilan, memang ada tunggakan tapi itu bukan karena saya yang tidak mau bayar, cuma dari pihak financenya tidak mau buka blokir. Saya ada tunggakan 4 bulan, saya minta dibukakan blokir tapi tidak mau," terangnya.

"Saya punya bukti, pihak finance meminta sejumlah uang untuk alasannya pembukaan blokir. Saya tidak mau, minta ditunjukkan mana suratnya ada perjanjian seperti itu," imbuhnya.

Dia mengaku juga pernah ditelpon seseorang untuk melakukan penyetoran tapi ke alamat rekening pribadi, bukan alamat rekening perusahaan finance tersebut. Sehingga dia menolak.

"Setelah viral, orang yang menghubungi waktu itu menghubungi saya. Kenapa setelah viral bapak menghubungi saya, kemarin kemarin saya minta dibukakan blokir ditolak," kata dia.

L yang merupakan warga Palembang, sudah 1,5 tahun ini berada di Solo. Dia datang dengan mengendarai mobil Brionya itu.

"Saya dari Palembang ke Solo ini karena anak saya sakit. Anak saya ini pos operasi jantung, dan skoliosis. Ada rencana operasi tulang belakang. Saya tidak lari, saya sudah jelaskan ke pihak finance," ucapnya.

Dalam kasus itu, L sempat menghubungi polisi lewat 110, lalu didatangi pihak kepolisian. Merasa aman, dia kemudian membuat aduan ke Polsek Kartasura.

"Talang air saya pecah. Kanan kiri semua lecet karena ditendangin ditonjokin, di atas ada bekas tonjokan, Alhamdulillah kaca tidak pecah," ucapnya.

Setelah itu, L berencana membuat aduan terkait dugaan pelecehan seksual yang dia alami dalam kejadian itu. Dia datang ke Mapolresta Solo, namun karena TKP kejadian di Sukoharjo, dia diarahkan untuk membuat laporan ke Polres Sukoharjo.

"Sempat ada tarik menarik kunci, jadi DC itu memaksa masuk tangannya dari kaca, sehingga jilbab saya kebuka. Lalu ada salah satu orang di sebelah kiri memakai kemeja sempat ngomong 'mbak itu t***knya kelihatan' sambil menjulurkan lidahnya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang wanita yang diketahui berinisial L mengaku didatangi sejumlah pria yang diduga debt collector (DC) dan hendak menarik paksa mobilnya di Kartasura, Sukoharjo. Kasus itu telah diadukan ke Mapolsek Kartasura.

"Masih dalam penanganan. Korban juga sudah buat laporan aduan di Polsek," kata Kanit Reskrim Polsek Kartasura, Ipda Lasno, saat dihubungi awak media, Selasa (22/9/2026).

Simak Video 'Viral DC yang Gebuk Warga Bekasi Pakai Kursi Kini Ditangkap Polisi':




(alg/apl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork