Kandang Kambing di Banyumas Ludes Terbakar, 9 Ekor Mati Terpanggang

Kandang Kambing di Banyumas Ludes Terbakar, 9 Ekor Mati Terpanggang

Anang Firmansyah - detikJateng
Selasa, 22 Sep 2026 15:49 WIB
Kondisi sembilan ekor kambing yang hangus terbakar di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Selasa (22/9/2026).
Kondisi sembilan ekor kambing yang hangus terbakar di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Selasa (22/9/2026). Foto: Dok. Damkar Banyumas
Banyumas -

Kandang kambing milik warga Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Banyumas ludes terbakar. Akibat kejadian itu sembilan ekor kambing yang berada di dalam kandang mati terpanggang.

"Dalam kejadian tersebut, sembilan ekor kambing milik korban turut terbakar hingga hangus. Untuk kerugiannya ditaksir mencapai sekitar Rp 20 juta," jelas Kepala UPT Damkar Banyumas Andaru Budilaksono melalui rilis kepada detikJateng, Selasa (22/9/2026).

Andaru menyampaikan, kebakaran terjadi di kandang milik Sardem (50), warga Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, sekitar pukul 11.10 WIB tadi. Api diduga berasal dari bara tungku yang masih menyala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar bernama Neti (35). Saat itu, Neti mendengar suara letupan ranting terbakar dari arah kandang.

"Melihat api, saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar. Salah satu warga selanjutnya menghubungi Damkar," kata Andaru.

ADVERTISEMENT

Laporan kebakaran tersebut diterima petugas Damkar Banyumas pada pukul 11.32 WIB. Regu 3 Pos Damkar Kembaran langsung dikerahkan menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 11.46 WIB. Namun, saat regu pemadam tiba, api sudah lebih dulu berhasil dipadamkan oleh warga.

Meski api berhasil dijinakkan, sembilan ekor kambing milik Sardem yang berada di dalam kandang tak berhasil diselamatkan.

Petugas Damkar kemudian melakukan pendataan bersama Polsek Sumbang dan warga. Dari pemeriksaan awal di lokasi, kebakaran diduga dipicu bara api dari tungku yang masih menyala.

"Penyebab kebakaran diduga dari bara api tungku yang masih menyala," ujarnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat memastikan sumber api benar-benar padam setelah selesai digunakan, terutama tungku yang berada di dekat bangunan atau kandang yang mudah terbakar.



(apl/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads