Belasan Kios Pasar Klitikan Notoharjo Solo Kebakaran

Belasan Kios Pasar Klitikan Notoharjo Solo Kebakaran

Tara Wahyu NV - detikJateng
Selasa, 22 Sep 2026 14:18 WIB
Kios di Pasar Klitikan Notoharjo terbakar, Selasa (22/9/2026)
Kios di Pasar Klitikan Notoharjo terbakar, Selasa (22/9/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Kebakaran melanda sejumlah kios di Pasar Klitikan Notoharjo, Pasar Kliwon. Salah seorang pemilik kios, Suliyaji (58), menyebut kebakaran dipicu percikan las yang menyambar tandon berisi bahan bakar dan thinner hingga terjadi ledakan.

"Awal itu dari percikan las. Nah, itu kan las. Entah las itu memercik, percikannya itu lari ke tandon bensin sama solar, thinner. Nah, itu langsung meledak, menghantam kios pintu itu, terus buka," kata Suliyaji ditemui di lokasi, Selasa (22/9/2026).

Suliyaji mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Saat kejadian, pemilik salah satu kios sedang melakukan aktivitas pengelasan. Ia menjelaskan sempat mendengar tiga kali ledakan beberapa saat sebelum api muncul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada tiga kali. Pertama itu, terus langsung apinya membesar, sudah tidak bisa ditangani," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dirinya mengatakan api kemudian merambat ke sejumlah kios di sekitarnya. Bahkan, dia menggambarkan tumpahan bahan bakar yang terbakar mengalir seperti lahar dan masuk ke kios miliknya.

"Terus tumpahan bensin itu seperti lahar mengalir. Masuk kios, masuk ke tempat saya sama tempat pemadam," ungkapnya.

Dia menyebut sedikitnya sembilan kios terdampak kebakaran. Tiga di antaranya merupakan kios miliknya.

"Sembilan kios yang paling parah," katanya.

Suliyaji menuturkan saat kejadian dirinya berada di lokasi bersama pemilik kios yang pertama terbakar. Dia kemudian berlari menyelamatkan diri setelah melihat api membesar.

"Ya panik. Wong itu meledak terus api itu mengalir seperti air. Saya lari," tuturnya.

Beruntungnya, dirinya mengaku tidak mengalami luka dalam kejadian tersebut. Dia langsung meninggalkan kios setelah melihat api membesar.

"Saya langsung pergi. Saya pergi ke kios saya, ke belakang itu," ujarnya.

Dirinya mengatakan kiosnya digunakan sebagai gudang untuk menyimpan berbagai barang antik, terutama lampu. Menurutnya, sebagian barang dagangannya terdampak kebakaran.

"Lampu-lampunya itu banyak. Kristal-kristal, lampu Jawa, lampu Eropa, macam-macam," katanya.

Dia memperkirakan modal barang yang berada di tiga kios miliknya mencapai sekitar Rp 150 juta. Barang-barang tersebut sebagian baru dibeli sekitar lima bulan lalu.

"Kalau sekitar kulakan itu, modal kulakan sekitar Rp 150 jutaan, tiga kios itu," ungkap Suliyaji.

Terpisah, dihubungi detikJateng, Komandan Regu Penyelamatan Charlie Damkar Solo, Matias Andri, mengatakan ada 6 mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan.

"Unit 8, Unit 12, Unit 13, Unit 16, Unit 17, Unit Tangki 19," ujarnya.

Dalam laporan Damkar yang diterima detikJateng, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada sejumlah kios.

"10 kios terbakar berat, 4 kios terbakar ringan," pungkasnya.



(alg/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads