Rumah Penyimpanan Rosok di Gondangan Klaten Kebakaran

Rumah Penyimpanan Rosok di Gondangan Klaten Kebakaran

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Selasa, 22 Sep 2026 14:06 WIB
Tim gabungan Damkar, BPBD, Polsek dan relawan memadamkan api di Gondangan, Klaten Utara.
Tim gabungan Damkar, BPBD, Polsek dan relawan memadamkan api di Gondangan, Klaten Utara. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Kebakaran rumah sekaligus tempat penyimpanan rosok terjadi di Dukuh/Desa Gondangan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten siang ini. Kebakaran rumah milik Joko tersebut terjadi saat rumah kosong ditinggal pergi.

"Kejadian sekitar pukul 11.30 WIB, satu rumah. Kondisi rumah kosong ditinggal pemiliknya keluar sebentar," ungkap Kapolsek Klaten Utara AKP Yudianto kepada detikJateng di lokasi kejadian, Selasa (22/9/2026).

Yudianto menjelaskan setelah mendapat laporan warga, dia dan tim piket Polsek langsung ke lokasi serta berkoordinasi dengan Damkar untuk pemadaman. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aman, tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut. Untuk di dalam rumah hanya perabot rumah tangga, ini kan usaha rosok," jelas Yudianto.

ADVERTISEMENT

Penyebab kebakaran, lanjut Yudianto belum bisa dipastikan karena listrik korsleting atau apa. Sebab tidak ada orang di rumah saat kejadian.

"Belum bisa dipastikan karena listrik atau barang rosok atau apa, masih Lidik. Kita imbau masyarakat untuk tetap mewaspadai kebakaran karena cuaca panas," imbuhnya.

Tutik (45) tetangga rumah mengatakan saat kejadian dirinya di warung. Dia sempat mendengar percikan bunyi kayu terbakar.

"Dengar pletok pletok ternyata ada api di rumah sebelah. Api sudah cepat membesar," katanya di lokasi kejadian kepada detikJateng.

"Saat kejadian tidak ada orang di rumah itu. Alhamdulillah tidak merembet ke sekitarnya," lanjut Tutik.

Pantauan detikJateng, rumah berada di tepi jalan Ki Ageng Gribig arah exit tol kota Klaten atau Ngawen. Tiga unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi.

Untuk keperluan pemadaman, arus lalu lintas dari barat sempat dialihkan ke utara dan dari timur melewati Desa Kwaren. Jalan raya ke arah Boyolali juga sempat ditutup untuk sementara. Untuk saat ini lalu lintas sudah normal.

Ari, warga lainnya mengatakan yang mengetahui pertama justru pengguna jalan. Orang lewat berhenti saat ada asap tebal.

"Tadi dua orang berhenti di depan sini, saya kira apa. Ternyata lihat asap dan api langsung besar cepat sekali," katanya kepada detikJateng.



(alg/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads