Sejumlah ambulans dan krunya mendatangi SPBU di Jalan Pedan-Karangdowo, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten karena ada yang tak dilayani BBM hendak mengisi Pertalite. PT Pertamina menyatakan hal itu murni kesalahpahaman.
"Menanggapi informasi terkait kejadian di SPBU 44.574.38 Troketon, Klaten, kami menyampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman komunikasi pada saat proses pengisian BBM kendaraan ambulans," terang Area Manager Comm, Rel, & CSR JBT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, melalui penjelasan tertulis yang diterima detikJateng, Minggu (20/9/2026) sore.
Taufiq menyebut peristiwa itu berlangsung pada Sabtu (19/9) pukul 12.08 WIB. Melibatkan kendaraan ambulans dengan nomor polisi AD 1680 MQ yang tengah membawa pasien emergensi dengan petugas SPBU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melibatkan kendaraan ambulans dengan nomor polisi AD 1680 MQ dan petugas SPBU. Pada saat itu terdapat kendala error pada sistem scan atau transaksi di jalur Pertalite yang berdampak pada proses pelayanan," lanjut Taufiq.
Dalam kondisi tersebut, lanjut Taufiq, penyampaian informasi mengenai proses dan alternatif pengisian BBM belum tersampaikan secara optimal. Sebelum penjelasan lebih lanjut dapat disampaikan, pengemudi ambulans kemudian meninggalkan lokasi.
"Pengemudi ambulans kemudian meninggalkan lokasi sehingga terjadi kesalahpahaman terkait pelayanan pengisian BBM. Kami memastikan tidak terdapat maksud untuk menolak pelayanan kepada kendaraan ambulans, khususnya kendaraan yang sedang menjalankan tugas emergency," sebut Taufiq.
Taufiq menyatakan apabila terjadi kendala transaksi BBM subsidi pada kendaraan emergency, petugas SPBU telah diingatkan untuk memberikan alternatif pengisian BBM nonsubsidi, sehingga kebutuhan kendaraan emergensi tetap dapat dilayani. Pada Sabtu (19/9) pukul 15.59 WIB, pihak SPBU telah melakukan klarifikasi.
"Pihak SPBU telah melakukan klarifikasi bersama pengurus dan pengemudi ambulans. Klarifikasi tersebut turut didampingi oleh pihak kepolisian setempat, pihak SPBU telah memberikan penjelasan dan menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi," ujar Taufiq.
Lebih jauh Taufiq menyatakan, komunikasi antara pihak SPBU dan pihak ambulans telah diselesaikan dengan baik dan seluruh pihak telah saling memahami kondisi yang terjadi. Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah memberikan briefing dan penguatan kepada seluruh pengawas serta operator SPBU agar kendaraan emergency seperti ambulans dan pemadam kebakaran tetap mendapatkan pelayanan secara cepat dan tepat.
"Telah diberikan briefing dan penguatan kepada seluruh pengawas serta operator SPBU agar kendaraan emergency seperti ambulans dan pemadam kebakaran tetap mendapatkan pelayanan secara cepat dan tepat. Falam hal terjadi kendala pada QR Code atau sistem transaksi BBM subsidi, kendaraan emergency dapat diarahkan untuk mendapatkan BBM nonsubsidi, dengan mekanisme selisih harga sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Taufiq.
"Kami terus melakukan evaluasi dan penguatan pelayanan di seluruh SPBU agar informasi dapat disampaikan dengan jelas, solusi diberikan secara cepat, dan kendaraan emergency mendapatkan pelayanan yang optimal," pungkas Taufiq.
Sebelumnya diberitakan, belasan mobil ambulans dan puluhan kru mendatangi SPBU di Jalan Pedan-Karangdowo, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten tadi sore. Mereka mendatangi SPBU karena ada ambulans yang sempat tak dilayani saat ingin membeli Pertalite.
"Ambulans tadi dialesi habis adanya Pertamax, mau dikoordinasikan dengan manajemen tapi kan tidak bisa karena pasiennya darurat pasti terburu-buru, karena lama ditinggal. Sementara kalau bahasanya habis, kok masih melayani motor, bahkan motor yang tangki besar sampai 15 liter, sedangkan ambulans paling cuma Rp 100 ribu kok tidak bisa, nah itu yang jadi awal masalah, " kata ketua Sedulur Ambulans Klaten, M Husni Thamrin kepada wartawan di lokasi, Sabtu (19/9) sore.
Ambulans yang hendak membeli Pertalite itu disebut tengah membawa pasien emergensi ke Solo. Ambulans itu tak dilayani padahal ada kendaraan lain yang mendapat pelayanan untuk membeli Pertalite.
"Maka kita minta informasi dan memberikan saran kepada SPBU dimana pun, terutama yang disini atau di tempat lain untuk ambulans diberikan kelancaran mengisi BBM, kita tidak ingin mendengar ada alasan untuk ambulans habis sementara untuk non ambulans dilayani" sambung Husni.
Lihat juga Video 'Momen Mobil Listrik Halangi Ambulans Bawa Pasien Kritis di Solo':
(ams/ams)
