Korsleting Listrik Sambar Pom Mini, 2 Rumah di Grobogan Terbakar

Korsleting Listrik Sambar Pom Mini, 2 Rumah di Grobogan Terbakar

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Minggu, 20 Sep 2026 16:06 WIB
Kebakaran di Desa Gedangan, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan akibat korsleting listrik sambar pom mini, Minggu (20/9/2026)
Kebakaran di Desa Gedangan, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan akibat korsleting listrik sambar pom mini, Minggu (20/9/2026). Foto: dok. Polsek Wirosari
Grobogan -

Kebakaran menghanguskan rumah milik Supriyanto bin Supat dan sebagian rumah milik Supriyanto bin Pariyadi di Dusun Sono, Desa Gedangan, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Api muncul dari korsleting listrik yang membakar pom mini.

"Api diduga berasal dari korsleting listrik hingga mengeluarkan percikan api. Percikan listrik tersebut langsung menyambar dan membakar fasilitas pom mini di lokasi tersebut," kata Kapolsek Wirosari, AKP Eko Sri Luvianto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/9/2026).

Luvi mengatakan peristiwa tersebut terjadi pukul 06.30 WIB tadi. Kejadian bermula saat Supriyanto bin Supat sedang memperbaiki ponsel di depan warungnya yang terhubung dengan rumah.

"Korban sedang berada di area depan warung miliknya untuk memperbaiki handphone. Kemudian, korban melihat dari arah kabel listrik yang terletak di dekat instalasi pom mini yang berada di sisi paling timur bangunan rumah Korban tersebut tiba-tiba terjadi korsleting listrik hingga mengeluarkan percikan api," ujar Luvi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Luvi, percikan tersebut kemudian menyambar pom mini. Api lalu membesar dan korban berteriak meminta penghuni rumah keluar.

ADVERTISEMENT

"Melihat kobaran api mulai membesar, korban seketika berteriak memberikan peringatan kepada istri dan anaknya agar segera keluar menyelamatkan diri dari bangunan, mengingat saat itu sedang beraktivitas memasak di area dapur belakang rumah," terang Luvi.

Sekeluarga di dalam rumah itu berhasil menyelamatkan diri. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian bergotong royong memadamkan api.

"Warga masyarakat setempat ke lokasi kejadian untuk membantu melakukan upaya pemadaman api pada rumah korban 1 yang berbentuk paris dengan saka jati 12x12 sentimeter dengan tembok jati campuran tembok," urai Luvi.

Menurut Luvi, kebakaran tersebut tidak hanya melahap bangunan utama milik korban. Rumah milik Supriyanto bin Pariyadi yang terletak di sampingnya turut terbakar.

"Turut berdampak pada rumah warga lain yang terletak di sebelah timurnya yang bernama Supriyanto bin Paryadi, dengan terbakar bagian samping sebelah barat rumah," beber Luvi.

Akibat peristiwa ini, kedua korban mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta. Luvi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.

"Akibat kejadian tersebut para korban mengalami kerugian total lebih kurang sebesar Rp 100 juta. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa," pungkas Luvi.



(ams/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads