3 Jambret Remaja Babak Belur Dimassa di Kaliwungu Semarang, Motor Dibakar

3 Jambret Remaja Babak Belur Dimassa di Kaliwungu Semarang, Motor Dibakar

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Sabtu, 19 Sep 2026 11:19 WIB
Para remaja yang gagal menjambret di Kaliwungu, Kabupaten Semarang, diamankan polisi, Jumat (18/9/2026) malam. Foto: Dok. Polsek Kaliwungu
Para remaja yang gagal menjambret di Kaliwungu, Kabupaten Semarang, diamankan polisi, Jumat (18/9/2026) malam. Foto: Dok. Polsek Kaliwungu. Foto: Dok. Polsek Kaliwungu
Semarang -

Tiga remaja lelaki babak belur dihajar massa usai gagal menjambret pemotor di Dusun Panggang, Desa/Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, malam tadi. Sepeda motor yang dikendarai tiga remaja berboncengan itu juga dibakar massa.

"(Kejadian) Semalam, Jumat (18/9) pukul 20.00 WIB. Para pelaku diamankan masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, dan petugas kepolisian. Kemudian dilarikan ke Puskesmas Kaliwungu," kata Kapolsek Kaliwungu, Iptu Arie Setia Budhi saat ditelepon detikJateng, Sabtu (19/9/2026).

Kabar ini awalnya beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @infokabarsalatiga, terlihat seorang remaja berlumuran darah saat diamankan polisi. Remaja itu masih sesekali menerima bogem mentah dari warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban sempat diberi salam olahraga sebelum dibawa ke Puskesmas dan motor pelaku dibakar massa," tulis akun Instagram @infokabarsalatiga dilihat detikJateng pada Sabtu (19/9/2026).

Video unggahan itu juga menampilkan sejumlah remaja terkapar di kasur puskesmas. Sejumlah warga mengerumuni ruangan itu dan menyoraki para remaja jambret tersebut.

ADVERTISEMENT

Kapolsek Kaliwungu, Iptu Arie Setia Budhi mengatakan, korban upaya penjambretan itu seorang wanita warga Dusun Panggang, Desa/Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Korban saat itu tengah berkendara sendirian, lalu dipepet dua sepeda motor.

"Ada perempuan bernama E itu dipepet dua motor begitu, di jalan desa. Satu motor Vario berboncengan tiga, satu lagi motor Beat berboncengan dua," ujar Arie.

Arie menyebut kelima orang yang memepet itu bermaksud menjambret tas yang dibawa korban. Kelima orang itu diduga masih di bawah umur.

"Berusaha kuasai tasnya korban yang di samping tangannya itu loh, biasa kalau perempuan naik kendaraan gitu," kata Arie.

"Informasi awalnya (para pelaku) di bawah umur. Kalau dilihat dari face-nya itu di bawah umur tapi nanti perkembangan lanjut, kan masih dalam proses ini penyidikan dan penyelidikannya ini," imbuhnya.

Arie mengungkapkan, korban saat itu berteriak dan melawan ketika hendak dijambret. Hal ini mengundang perhatian dari tetangganya yang kemudian mengejar para jambret itu.

Para pelaku yang panik lalu berupaya kabur. Namun, menurut Arie, salah satu motor pelaku kemudian terjatuh dan menjadi sasaran amukan massa.

"Pelaku itu mungkin panik, kemudian karena kecepatan tinggi enggak bisa mengendalikan lagi, terus nabrak itu. Jatuh nabrak, jatuh ketimpa motor salah satu pelaku," beber Arie.

"Kemudian yang jatuh itu dimassa, itu yang berboncengan tiga menggunakan kendaraan Vario merah itu. Kemudian dimassa. Setelah dimassa, itu kendaraannya dibakar," sambungnya.

Arie menyebut ketiga pelaku yang dihajar massa itu kemudian dilarikan ke puskesmas. Menurutnya, ada salah satu pelaku yang kondisi lukanya cukup parah.

"Setelah di Puskesmas Kaliwungu itu diberikan penanganan pertama, karena cukup parah ya. Salah satu tersangka itu cukup parah, tapi masih bisa berjalan sih sekarang ini kondisinya," kata dia.

Informasi tentang keberadaan para jambret di puskesmas itu pun cepat. Warga kemudian beramai-ramai menggeruduk puskesms, hingga polisi harus mengevakuasi para pelaku ke Mapolres Semarang.

"Dalam proses pengobatan itu massa berkumpul karena jamannya sekarang kan medsosnya juga sangat cepat, massa cepat berkumpul dan kemudian dari Polsek dengan dibantu oleh tokoh-tokoh pemuda, tokoh masyarakat, para pelaku tersebut dibawa ke diamankan di Polres," jelas Arie.

Polisi juga turut memburu dua jambret remaja lain yang sempat kabur dari kejaran warga. Menurut Arie, keduanya telah berhasil diamankan.

"Sudah diamankan semua, jadi lima pelaku, itu yang sempat kabur dua orang itu, yang Beat itu, sudah diamankan semua di Polres Semarang," kata Arie.

Arie menambahkan, para pelaku dari Kabupaten Boyolali. Proses penanganan perkara ini dilakukan oleh Polres Semarang.

"Pelakunya informasi dari wilayah Boyolali, semuanya dari wilayah Boyolali. (Penanganan) oleh Polres, LP-nya di Polres," pungkas Arie.



(dil/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads