Kecelakaan maut terjadi di Jalan Slamet Riyadi, di Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Kecelakaan melibatkan satu unit mobil jenis Toyota Altis, Satu motor jenis Honda Vario, dan satu truk dengan muatan pakan ternak.
"Dini hari tadi, hari Rabu, di Jalan Slamet Riyadi ada peristiwa kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit motor, satu unit mobil sedan, dan satu unit truk," kata Kanit Gakkum Satlantas Polresta Solo AKP Kurniawan Triatmojo, saat ditemui awak media di Satlantas Polresta Solo, Rabu (16/9/2026).
Dijelaskan, peristiwa kecelakaan itu terjadi sekira pukul 01.00 WIB. Kecelakaan bermula saat mobil sedan yang dikemudikan oleh laki-laki berinisial KW (26), warga Boyolali melaju dari arah timur (Solo), menuju ke barat (Kartasura).
Sedan tersebut semula menabrak motor Honda Vario di lampu merah Faroka. Setelah menabrak motor, sedan terus melaju hingga menabrak truk yang tengah berhenti di lampu merah Kleco.
"Mobil sedan ke arah barat menuju Kleco. Di sekitar Faroka, Sedan menyalip motor namun terjadi senggolan dengan motor Vario yang mengakibatkan pengendara motor jatuh. Kemudian mobil masih berjalan ke arah barat melewati traffic light Faroka. Di lampu merah Pasar Kleco, ada truk berhenti karena lampu merah, Sedan masih melaju sehingga menabrak bagian belakang truk," jelasnya.
Kurniawan mengatakan, ketiga kendaraan yang terlibat kecelakaan sama-sama melaju dari arah timur ke barat. Dari keterangan saksi, mobil sedan itu melaju cukup kencang.
Akibat kecelakaan itu, mobil sedan mengalami ringsek pada bagian depan. Pengemudi sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
"Sedan di lampu merah Kleco itu memang ringsek. Pengemudinya tidak sadarkan diri, dilakukan pemeriksaan medis dan dinyatakan meninggal dunia," ucapnya.
"Pengendara motor mengalami patah tulang," imbuhnya.
Polisi masih mendalami kasus kecelakaan tersebut. Kurniawan belum bisa menyimpulkan apakah mobil sedan itu kabur setelah menabrak motor Vario itu atau tidak.
Saat ini, ketiga kendaraan yang terlibat sudah diamankan di Mapolresta Solo untuk proses penyelidikan. Saat disinggung apakah pengemudi dalam keadaan mabuk, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan.
"Kami belum bisa memastikan (mabuk atau tidak), karena harus melalui uji dari tim ahli. Informasi dari saksi kecepatan (Sedan) cukup kencang," pungkasnya.
Simak Video "Video Kakorlantas: Korban Tewas Kecelakaan Turun 25% saat Operasi Lilin 2025"
(afn/aku)