Modifikasi Cuaca Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Tak Diperpanjang

Modifikasi Cuaca Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Tak Diperpanjang

Tara Wahyu NV - detikJateng
Senin, 14 Sep 2026 15:44 WIB
Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca untuk padamkan kebakaran di TPA Putri Cempo Solo dilakukan di Lanud Adi Soemarmo Boyolali, Kamis (10/9/2026).
Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca untuk padamkan kebakaran di TPA Putri Cempo Solo dilakukan di Lanud Adi Soemarmo Boyolali, Kamis (10/9/2026). Foto: dok. detikJateng
Solo -

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu pemadaman kebakaran di TPA Putri Cempo Solo tidak diperpanjang. Pasalnya, tidak ditemukan titik pertumbuhan awal untuk disemai sebagai awan hujan dalam rentang waktu 9-13 September berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Jadi sesuai dengan rentang dari BMKG, kemudian lanjut kemarin, di antara tanggal 9 sampai dengan tanggal 13 kemarin itu memang tidak ditemukan titik pertumbuhan awan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo saat ditemui di lokasi, Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ari mengatakan tim OMC sempat menyisir wilayah di sebelah timur Kota Solo. Namun, kondisi di sana tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi modifikasi cuaca secara optimal.

"Sehingga memang telah dilaksanakan, tapi tidak menyisir di area Kota Surakarta. Sebelah timur Kota Surakarta kemarin sudah dilaksanakan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dengan kondisi tersebut, pihaknya menyampaikan pelaksanaan OMC tidak diperpanjang.

"Sehingga tadi pagi dari tim menyampaikan kepada kami karena memang tidak dimungkinkan titik pertumbuhan awan, mereka sudah selesai untuk melaksanakan operasi OMC yang ada di tempat kita. Iya, selesai," kata dia.

Sementara itu, penanganan kebakaran TPA Putri Cempo kini akan lebih mengandalkan upaya pemadaman melalui jalur darat. Ari menyebut kondisi kebakaran saat ini sudah hampir 100 persen terkendali.

"Jadi memang kita juga melihat di proses pemadaman lewat darat ini juga sudah hampir 100 persen terkendali," ungkapnya.

Menurut Ari, kondisi tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan tim untuk tidak melanjutkan pelaksanaan OMC.

"Artinya mungkin juga menjadi pertimbangan dari teman-teman untuk tidak melakukan OMC," pungkasnya.



(apl/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads