Kebakaran Hanguskan 11 Rumah di Kejajar Wonosobo

Kebakaran Hanguskan 11 Rumah di Kejajar Wonosobo

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 12 Sep 2026 14:56 WIB
Kondisi 11 rumah di Desa Krajan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, usai kebakaran, Sabtu (12/9/2026).
Kondisi 11 rumah di Desa Krajan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, usai kebakaran, Sabtu (12/9/2026). (Foto: dok. Polres Wonosobo)
Wonosobo -

Sebanyak 11 rumah di Desa Krajan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, dilanda kebakaran. Satu orang dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar.

Kasubsi Penmas Humas Polres Wonosobo, Aiptu Nanang Wibowo, menerangkan insiden itu berlangsung pada Sabtu (12/9) pada pukul 08.45 WIB. Personel kepolisian hingga BPBD bergotong-royong untuk memadamkan api.

"Berdasarkan data awal sementara, terdapat sekitar 11 rumah yang terdampak akibat peristiwa kebakaran tersebut," kata Nanang melalui pesan singkat kepada detikJateng, Sabtu (12/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam penanganan kejadian tersebut, personel Polri bersama TNI, Damkar, BPBD, serta masyarakat bahu-membahu melakukan upaya pemadaman api dan evakuasi di lokasi kejadian," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Data tersebut merupakan hasil asesmen sementara. Petugas masih perlu pendataan dan verifikasi lebih lanjut.

"Data tersebut masih dalam proses pendataan dan dapat berkembang sesuai hasil verifikasi di lapangan," terang Nanang.

Dia mengatakan, api sudah berhasil dipadamkan. Pendataan hingga evakuasi warga terdampak masih dilakukan.

"Saat ini api sudah berhasil dipadamkan. Petugas masih berada di lokasi dan fokus melakukan proses evakuasi, pendataan warga serta rumah yang terdampak, sekaligus memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman," ucapnya.

Dalam insiden tersebut, seorang warga bernama Afif (32) mengalami luka bakar. Dia dilarikan ke RSUD Wonosobo guna mendapat penanganan medis.

"Ada satu korban dilarikan ke rumah sakit kondisi penanganan medis karena luka bakar," tuturnya.

"Untuk penyebab kebakaran, jumlah kerugian, maupun data korban terdampak, masih dalam proses pendataan dan penyelidikan. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah data yang diperoleh dapat dipastikan," pungkas Nanang.



(aku/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads