Awal Mula Warga Curiga Kepsek-Guru Mesum di Sekolah hingga Iuran Pasang CCTV

Robby Bernardi - detikJateng
Selasa, 08 Sep 2026 20:43 WIB
Ilustrasi aksi porno kepsek dan guru SD di Pekalongan. Foto: (iStock)
Pekalongan -

Seorang kepala sekolah (kepsek) dan guru SD di Langkap, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, viral terekam CCTV berhubungan seks di ruangan sekolah. Salah satu warga yang ikut memasang CCTV mengungkapkan, hubungan keduanya sudah dicurigai masyarakat sekitar sekolah.

"Awal mula munculnya kecurigaan berawal dari kebiasaan sekolah yang seharusnya telah selesai pada siang atau sore hari. Namun dalam beberapa kesempatan masih terlihat dua sepeda motor berada di lingkungan sekolah," kata warga yang identitasnya tidak ingin diungkap itu, ditemui Selasa (8/9/2026).

"Pulang sore terus. Terus ada motor dua. Awalnya tidak curiga. Curiga-curiganya kok sering seperti itu dan pintu tertutup," lanjutnya.

Ia melanjutkan, setiap mendapat teguran, baik kepsek maupun guru itu selalu mengelak.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari sejumlah warga. Mereka mempertanyakan keberadaan dua kendaraan yang kerap terlihat di sekolah hingga sore hari, sementara pintu sekolah dalam keadaan tertutup.

Pertanyaan serupa juga disebut muncul dari kalangan komite sekolah. Namun, warga maupun komite tidak langsung menanyakan hal tersebut kepada dua orang yang dimaksud, melainkan meminta penjelasan dari pihak sekolah lainnya.

Warga itu bercerita bahwa keberadaan motor milik kepsek dan guru tersebut ternyata juga mendapat perhatian murid. Para siswa yang kebetulan tengah bermain di sekitar sekolah mempertanyakan adanya motor kepala sekolahnya dan guru hingga sore hari.

"Ada siswa tanya ke saya soal kepala sekolah dan guru tersebut sering berdua di sekolah sampai sore," katanya.

Bahkan, menurut dia, kondisi pintu sekolah yang sengaja ditutup rapat, padahal keduanya masih ada aktivitas di dalam lingkungan sekolah ini, sempat membuat siswa penasaran hingga pernah mengetuk-ngetuk pintu itu.

"Pintunya tutupan. Saya penasaran, tak gedor-gedor," ujarnya menirukan suara siswa.

Desas-desus mengenai hubungan keduanya, kata dia, sebenarnya telah berkembang cukup lama dan mulai terdengar luas di lingkungan masyarakat sebelum bulan Ramadan tahun ini.

"Desas-desusnya di luar itu kan sudah kencang," ujarnya.

Seiring berkembangnya isu tersebut, komite sekolah yang terdiri dari wali murid, warga, alumni, serta tokoh masyarakat kemudian meminta adanya kejelasan mengenai kabar yang beredar.

Namun, karena belum terdapat bukti yang dapat memastikan kebenaran isu tersebut, komite sekolah memilih memasang CCTV pada Juli lalu.

Pemasangan kamera pengawas tersebut disebut sebagai langkah untuk mendapatkan fakta dan memastikan kondisi yang sebenarnya, sehingga tidak ada pihak yang memberikan tuduhan atau kesimpulan tanpa dasar.

"Sebelumnya, belum ada bukti, sehingga Juli lalu komite sekolah memasang CCTV, untuk memastikan dan membuktikannya," katanya.

Ia menegaskan, langkah tersebut juga dilatarbelakangi kepentingan warga yang menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut. Dengan adanya isu yang berkembang, warga dan komite merasa perlu mengetahui kondisi sebenarnya.

"Warga juga menyekolahkan anak-anaknya di sini. Apalagi ada desas-desusnya seperti itu," ujarnya.

Sempat Ditegur

Senada, Tokoh Desa Kedungwuni, Saim (46), mengatakan pemasangan CCTV oleh warga atau komite sekolah bukan muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, dugaan perilaku tersebut disebut telah terjadi berulang kali dan bahkan diduga berlangsung pada hari tertentu.

"Itu dilakukan bukan hanya sekali. Bahkan itu sudah menjadi kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap hari Rabu dan hari Sabtu," katanya.

Saim menuturkan, sebelum pemasangan CCTV, dugaan perilaku tersebut disebut sempat diketahui oleh sejumlah guru maupun wali murid. Namun, ketika ditegur, pihak yang bersangkutan disebut membantah atau mengelak.

"Nah, sempat... Iya, sempat kepergok dengan guru, sempat kepergok dengan wali murid, ketika ditegur itu mengelak," ungkapnya.

Kondisi tersebut kemudian mendorong komite sekolah bersama karyawan lainnya mengambil inisiatif untuk memasang CCTV guna memperoleh bukti. Komite sekolah bersama karyawan disebut iuran untuk membeli CCTV Rp 200 ribu.

"Makanya dari komite sekolah ada inisiatif memasang CCTV itu untuk bisa mengambil bukti apa yang dilakukan keduanya," ujarnya.

Diketahui rekaman itu viral setelah diunggah di media sosial, salah satunya akun Facebook Pekalongan Berita. Dalam rekaman CCTV, terlihat kepsek dan guru SD tersebut berhubungan badan di kursi sebuah ruangan.

"VIRAL! Bocor Rekaman CCTV Diduga Ungkap Kemesraan Oknum Kepala Sekolah dan Guru SD di Desa Langkap, Kedungwuni," tulis akun Pekalongan Berita seperti dilihat detikJateng.



Simak Video "Memberi Makan Rusa di Taman Celosia, Pekalongan"

(apu/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork