Siswa MAN 2 Rembang Korban Keracunan MBG Bertambah Jadi 88 Orang

Siswa MAN 2 Rembang Korban Keracunan MBG Bertambah Jadi 88 Orang

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Rabu, 09 Sep 2026 13:14 WIB
Suasana MAN 2 Rembang, Rabu (9/9/2026).
Suasana MAN 2 Rembang, Rabu (9/9/2026). Foto: dok. MAN 2 Rembang
Rembang -

Jumlah murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang yang diduga mengalami keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) bertambah. Dinas kesehatan setempat menyatakan, jumlah korban yang awalnya 29 pasien hingga pagi ini bertambah menjadi 88 orang.

"Update pasien dari MAN Lasem yang masuk UGD Puskesmas Lasem Rabu sampai jam 05.40 WIB, total pasien 88. Rinciannya 36 rawat inap dan 52 rawat jalan. Untuk yang rawat inap, ada tujuh pasien yang dirujuk ke rumah sakit, yaitu lima ke RSU, satu ke RS Bhina, dan satu ke RS PKU," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, dr. Ali Syofi'i, dimintai konfirmasi detikJateng via pesan singkat, Rabu (9/9/2026).

Akibat lonjakan jumlah pasien yang tiba dalam waktu berdekatan, fasilitas ruang perawatan di Puskesmas Lasem sempat melebihi kapasitas. Hal tersebut membuat sebagian pasien harus dipindahkan ke beberapa rumah sakit di wilayah Rembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasien dirujuk karena kapasitas ruang rawat Puskesmas Lasem sudah overkapasitas," terang Ali.

ADVERTISEMENT

Berikut rincian status penanganan 88 pasien hingga Rabu (9/9) pukul 05.40 WIB:

  • Rawat Jalan: 52 orang
  • Rawat Inap di Puskesmas Lasem: 29 orang (Dirujuk ke Rumah Sakit: 7 orang. Lima pasien dirujuk ke RSU, satu pasien dirujuk ke RS Bhina, satu pasien dirujuk ke RS PKU.)

Kasi Informasi RSUD dr. R. Soetrasno, M. Nur Achdi Yustanto, mengonfirmasi pihaknya merawat puluhan siswa MAN 2 Rembang dengan gejala keluhan pencernaan.

"Kami merawat 23 pasien. 11 di antaranya rawat inap dan 12 rawat jalan. Mereka semuanya dari MAN 2 Rembang. Keluhannya sama; mual, pusing, nyeri perut, gangguan pencernaan," ujar Yustanto saat ditemui detikJateng di IGD RSUD Rembang, Rabu (9/9).

Yustanto memastikan bahwa penanganan medis berjalan optimal dan perkembangan kesehatan para siswa terus membaik.

"Keseluruhan kondisi pasien sudah membaik. Ini karena Puskesmas Lasem over kapasitas ruang perawatan mungkin, kami kemarin diminta membantu merawat," lanjutnya.

Menanggapi insiden tersebut, pihak Pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngemplak, Lasem bersama mitra penyedia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan keluarga penerima manfaat.

Kepala Dapur SPPG Ngemplak, Raditya Ardi Pratama, mengungkapkan keprihatinannya dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh pada rantai operasional penyediaan makanan.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang terjadi. Kami sangat prihatin terhadap kondisi yang dialami oleh para pasien. Bersama pihak mitra, kami berkomitmen untuk bertanggung jawab dan melakukan evaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," tegas Raditya saat dihubungi lewat WhatApp hari ini.

Evaluasi ketat bakal dilakukan pada setiap tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, penerimaan, pengolahan, penyimpanan, hingga tahap distribusi ke sekolah-sekolah demi memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.

"Untuk hari ini sementara ini kami belum operasional lagi. Karena fokus penanganan para pasien yang kemarin," imbuhnya.



(apu/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads