25 Rumah Rusak Akibat Bentrok 2 Perguruan Silat di Sukoharjo

25 Rumah Rusak Akibat Bentrok 2 Perguruan Silat di Sukoharjo

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Selasa, 08 Sep 2026 16:36 WIB
Suasana Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo paska bentrokan kelompok silat, Selasa (8/9/2026).
Suasana Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo paska bentrokan kelompok silat, Selasa (8/9/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Sukoharjo -

Sebanyak 25 rumah di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, mengalami kerusakan akibat bentrokan antarkelompok pesilat yang terjadi pada Senin (7/9) dini hari. Camat Polokarto, Heri Wahyu Cahyono mengatakan, rumah warga yang terdampak rata-rata mengalami kerusakan atap akibat lemparan batu.

"Rumah warga yang mengalami kerusakan itu, kemarin kami data jumlahnya 23 rumah. Satu rumah masuk di Dukuh Jeglong, masuknya Desa Jatisobo. Dan yang paling banyak di sini khususnya RT2/V, sebanyak 22 rumah. Tapi perkembangan dari Pak Bayan ada tambahan 2 rumah lagi, sehingga total 24 rumah," kata Heri kepada awak media di Desa Mranggen, Selasa (8/9/2026).

"Kerusakan macam-macam, ada yang bagian genting, atap, kaca," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai kerusuhan itu, Pemkab dan Polres Sukoharjo menginventarisir kerusakan yang terjadi. Dihitung, kerugian materiil yang timbul akibat kejadian itu mencapai Rp 9 jutaan.

ADVERTISEMENT

Bantuan ganti rugi diberikan oleh Polres Sukoharjo dan Pemkab Sukoharjo sebanyak Rp 10 juta untuk memperbaiki kerusakan rumah warga.

"Tadi sudah diberikan uang, akan dikoordinasikan oleh Pemdes, untuk dibagikan ke warga sesuai data tafsiran kerugian yang sudah terdata sebelumnya. Totalnya Rp 9 juta sekian, tapi tadi diberikan bantuan Rp 10 juta," ujar Heri.

Dia mengatakan, tawuran itu mengejutkan warga karena terjadi saat dini hari. Bentrokan terjadi di jalan besar, namun tak sedikit warga yang berhamburan masuk gang perkampungan.

"Warga menyampaikan, terutama anak-anak dan ibu atau perempuan, tentu mengalami trauma pascakejadian. Karena memang kejadian dini hari, saat mereka terlelap tidur, tiba-tiba ada keributan kan mental anak-anak ini terganggu," kata Heri.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, selain memberikan bantuan atas kerusakan, Polres Sukoharjo juga berfokus pada rehabilitasi pascabentrokan. Dalam rehabilitasi mental ini, Polres Sukoharjo mengerahkan tim trauma healing.

"Rehabilitasi ini berupa penggantian bangunan yang rusak di sekitar TKP. Kemudian juga kepada anak-anak, karena informasi dari warga ada trauma, ketakutan dan sebagainya," kata Anggaito saat dihubungi awak media.

Diberitakan sebelumnya, dua kelompok perguruan silat terlibat bentrokan di Desa Mranggen, Polokarto, Sukoharjo, pada Senin (7/9) dini hari. Massa dari dua perguruan silat yang bentrok telah dimediasi. Meski demikian, polisi masih mengamankan satu orang yang kedapatan membawa senjata tajam saat kejadian.

"Pada pertemuan malam ini (Senin, 7 September) kita melakukan musyawarah dalam rangka mediasi agar permasalahan kemarin dapat diperoleh kesepakatan," Kata Kapolsek Polokarto AKP Sri Haryanto dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Selasa (8/9/2026).



(afn/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads