Menanti Modifikasi Cuaca demi Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo

Menanti Modifikasi Cuaca demi Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 07 Sep 2026 06:40 WIB
Kondisi TPA Putri Cempo di hari kelima kebakaran, Minggu (6/9/2026)
Kondisi TPA Putri Cempo di hari kelima kebakaran, Minggu (6/9/2026). Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Solo -

BPBD Solo telah berkoordinasi dengan BMKG terkait rencana operasi modifikasi cuaca demi memadamkan kebakaran gunungan sampah di TPA Putri Cempo Solo. BPBD menyebut BMKG sudah menyatakan siap. Kini, BPBD tinggal menunggu aba-aba dari BNPB.

"Untuk OMC (operasi modifikasi cuaca), ini juga masih kita menunggu dari BNPB. Karena memang kemarin kita sudah koordinasi ke BMKG. Kalau memang dari BNPB itu menyarankan untuk dilakukan modifikasi cuaca oleh BMKG, intinya mereka siap, nggih," kata Kepala Pelaksana BPBD Solo, Ari Dwi Daryatmo saat ditemui detikJateng di TPA Putri Cempo, Minggu (6/9/2026).

Pantauan detikJateng kemarin, tim gabungan masih melakukan pemadaman di TPA Putri Cempo yang kebakaran sejak Rabu (3/9) malam. Pada hari kelima proses pemadaman, tim gabungan masih berupaya memadamkan api di blok B, C, dan D.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada pukul 11.20 WIB, Minggu (6/9), asap masih membumbung di blok D dan B. Sedangkan di Blok C hanya beberapa titik yang mengepulkan asap.

Petugas pemadam kebakaran juga masih berjibaku memadamkan api. Ekskavator juga dikerahkan ke atas gunungan sampah untuk membantu proses pemadaman. Ari mengatakan ada 247 personel gabungan dan 32 armada yang diterjunkan.

ADVERTISEMENT

"Fokus pemadaman masih di B, C, dan D masih ada beberapa titik dan sasaran untuk hari ini memang di tiga blok itu," ujar dia kepada detikJateng di lokasi.

Ari menjelaskan, blok B masih sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran. Sebab, aksesnya tertutup total oleh tebing dan tumpukan sampah yang curam. Alhasil, pemadaman dilakukan lewat udara menggunakan helikopter dengan teknik water bombing.

"Yang masih sulit dijangkau itu di lereng yang B, yang sebelah timur kan nggak ada akses ke sana," kata Ari.

Kemarin, helikopter dari Polda Jawa Tengah telah dikerahkan untuk melakukan operasi pemadaman.

"Berarti memang satu-satunya cara hanya di water bombing itu. Tadi pagi sudah dilaksanakan kegiatan water bombing dari Polda Jawa Tengah itu sudah melaksanakan satu kali sorti, ada lima kali run dengan 2.500 liter," jelas Ari.

Dia menambahkan, meski api di permukaan Blok C sisi selatan tampak mulai mengecil, masih ada potensi bara di bawah tumpukan sampah.

Maka itu BPBD menggandeng PLN untuk menggunakan drone thermal yang mampu menembus asap dan mendeteksi suhu panas yang tidak terlihat mata di siang hari.

"Kalau memastikan tidak ada api, kita tidak bisa (hanya melihat langsung). Harus pakai drone thermal, itu akan kelihatan (titik panasnya). Tadi kami sudah koordinasi dengan teman-teman PLN untuk membantu menemukan titik-titik yang mungkin masih panas," terangnya.

Di Blok D, petugas Damkar menggunakan ekskavator untuk membongkar tumpukan sampah lalu disemprot air.

"Blok ini D damkar menggunakan alat berat, ekskavator, di sana, itu kita buka kemudian kita semprotkan itu pelan-pelan. Jadi memastikan yang di dalam itu, backhoenya itu aman itu lho. Kalau aman, kita maju, aman, kita maju, gitu saja, nggih," bebernya.

Pengamanan aset negara juga menjadi prioritas. Sebanyak 28 personel PLN dikerahkan untuk melakukan asesmen terhadap jaringan listrik SUTET di sekitar lokasi.

"PLN melaksanakan asesmen jaringan SUTET untuk memastikan apakah ada kerusakan terkait jaringan atau sarpras akibat panas kebakaran ini," pungkas Ari.

Diketahui TPA Putri Cempo terbakar sejak Rabu (2/9) pukul 18.00 WIB. Angin kencang di sekitar sempat membuat api membara di gunungan sampah itu.



(dil/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads