Tim gabungan masih terus melakukan pemadaman titik-titik api di TPA Putri Cempo yang terbakar sejak Rabu (3/9) malam. Di hari kelima, Tim gabungan masih berupaya memadamkan api di tiga blok yakni B, C, dan D.
Dari pantauan detikJateng di TPA Putri Cempo pada pukul 11.20 WIB, kepulan asap masih membumbung di blok D dan B. Sedangkan di Blok C hanya beberapa yang terlihat asap, petugas pemadam kebakaran juga masih berjibaku memadamkan api. Terlihat juga ekskavator di atas gunungan sampah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo mengatakan fokus pemadaman masih dilaksanakan di tiga blok tersebut. Ia mengatakan ada 247 personel gabungan dan 32 armada yang diterjunkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fokus pemadaman masih di B, C, dan D masih ada beberapa titik dan sasaran untuk hari ini memang di tiga blok itu," katanya ditemui detikJateng di TPA Putri Cempo, Minggu (6/9/2026).
Ari mengatakan blok B masih menjadi lokasi yang sulit dijangkau dengan mobil pemadam kebakaran. Sehingga, water bombing dikerahkan untuk memadamkan lokasi tersebut.
"Yang masih sulit dijangkau itu di lereng yang B, yang sebelah timur kan nggak ada akses ke sana," ungkapnya.
Karena akses darat yang tertutup total oleh tebing dan tumpukan sampah yang curam, Ari menegaskan bahwa jalur udara menjadi solusi tunggal untuk menjinakkan si jago merah di Blok B. Hari ini, bantuan helikopter dari Polda Jawa Tengah telah dikerahkan untuk melakukan operasi pemadaman dari langit.
"Berarti memang satu-satunya cara hanya di water bombing itu. Tadi pagi sudah dilaksanakan kegiatan water bombing dari Polda Jawa Tengah itu sudah melaksanakan satu kali sorti, ada lima kali run dengan 2.500 liter," jelasnya.
Meski secara kasatmata api di permukaan seperti Blok C sisi selatan sudah mulai mengecil, Ari menegaskan pihaknya tidak mau gegabah. Pasalnya, di bawah tumpukan sampah, potensi bara api yang masih panas tetap ada.
Untuk mendeteksi hal tersebut, BPBD menggandeng PLN untuk menggunakan drone thermal. Teknologi ini mampu menembus kepulan asap dan mendeteksi suhu panas yang tidak terlihat oleh mata telanjang di siang hari.
"Kalau memastikan tidak ada api, kita tidak bisa (hanya melihat langsung). Harus pakai drone thermal, itu akan kelihatan (titik panasnya). Tadi kami sudah koordinasi dengan teman-teman PLN untuk membantu menemukan titik-titik yang mungkin masih panas," terangnya.
Sedangkan di Blok D, petugas pemadam kebakaran (Damkar) menggunakan alat berat ekskavator untuk membongkar tumpukan sampah. Strateginya, sampah dibuka perlahan lalu disemprot air guna memastikan bagian dalam benar-benar padam.
"Blok ini D damkar menggunakan alat berat, ekskavator, di sana, itu kita buka kemudian kita semprotkan itu pelan-pelan. Jadi memastikan yang di dalam itu, bekonya itu aman itu lho. Kalau aman, kita maju, aman, kita maju, gitu saja, nggih," bebernya.
Selain pemadaman, pengamanan aset negara juga menjadi prioritas. Sebanyak 28 personel PLN dikerahkan untuk melakukan asesmen terhadap jaringan listrik SUTET di sekitar lokasi.
"PLN melaksanakan asesmen jaringan SUTET untuk memastikan apakah ada kerusakan terkait jaringan atau sarpras akibat panas kebakaran ini," kata Ari.
Terkait modifikasi cuaca, Ari mengaku masih menunggu dari BNPB. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan BMKG bila disarankan modifikasi cuaca.
"Untuk OMC (operasi modifikasi cuaca) ini juga masih kita menunggu dari BNPB. Karena memang kemarin kita sudah koordinasi ke BMKG, itu kalau memang dari BNPB itu menyarankan untuk dilakukan modifikasi cuaca oleh BMKG, intinya mereka siap, nggih," pungkasnya.
Diketahui TPA Putri Cempo terbakar sejak Rabu (2/9). Api pertama diketahui pukul 18.00. Angin kencang di sekitar sempat membuat api membara di gunungan sampah itu.
(afn/afn)
