Bendung Karet Sungai Juana yang terletak di Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati mengering hingga menyebabkan ribuan ikan sapu-sapu mati. Keberadaan ikan jenis sapu-sapu ini berpotensi merusak ekosistem sungai.
Dewan Sumber Daya Air Jawa Tengah, Hendi Hendro, menyarankan keberadaan ribuan ikan sapu-sabu tersebut sebaiknya segera dibersihkan. Pemusnahan bisa dilakukan dengan cara dibakar atau dikubur.
"Sebaiknya ikan sapu-sapu segera dibersihkan dibakar atau ditanam (dikubur)," terang Hendi saat dihubungi detikJateng, Rabu (2/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendi yang juga Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Muria Rata ini mengatakan, ikan sapu-sapu merupakan ikan invasif. Ikan ini merupakan organisme pemakan ikan lain. Bahkan ikan ini bertahan hidup di kondisi ekstrem. Jika tidak musnahkan berbahaya bagi lingkungan sekitar.
"Ikan sapu-sapu merupakan ikan invasif, organisme pemakan ikan lain, predator, cepat berkembang biak, tahan hidup di kondisi ekstrem, jika tidak dimusnahkan berbahaya," terang dia.
Hendi yang merupakan pensiunan dosen Universitas Muria Kudus ini mengaku khawatir ikan sapu-sapu ini jika dibiarkan akan mengancam dan merusak Bendung Karet Sungai Juana.
"Dampaknya buat bendungan karet, dapat merusak bangunan fondasi, membuat lubang atau ngerong untuk sarang di tepi tanggul menyebabkan tanah jugruk bisa menyebabkan longsor, di samping karena predator dan invasif ikan sapu-sapu dapat merusak ekosistem perairan," ungkap dia.
Oleh karena itu, Hendi berharap agar ikan sapu-sapu tersebut segera dibersihkan.
"Mumpung airnya kering perlu adanya gerakan pembasmi ikan sapu-sapu," pungkasnya.
Dari pantauan detikJateng di dasar sungai yang mengering dan menyisakan celah-celah lumpur pecah, tampak pemandangan yang tak biasa. Hamparan ikan sapu-sapu bergelimpangan. Jumlahnya tak lagi puluhan, melainkan ratusan ribu ekor, merayap dan bertahan di sisa-sisa air yang kian menyusut.
Warga yang melihat fenomena tersebut langsung menyerbu lokasi dan mengambil ikan sapu-sapu. Salah seorang warga Desa Bungasrejo, Joko Susilo mengatakan ikan di dasar sungai diperkirakan sangat banyak sekali. Ia mengaku dua kali ke sungai dengan membawa pikap mengambil ikan tersebut. Sekali muat ke pikap, Joko bisa mendapatkan 1 ton ikan sapu-sapu.
"Untuk bahan ternak, sudah ambil 1 ton diambil," kata Joko ditemui di lokasi, Rabu (2/9).
Joko mengatakan ikan di dasar sungai diperkirakan 2 sampai 3 hari diambil belum juga habis. Sebab jumlahnya sangat banyak.
"Ini populasinya masih banyak jadi seperti belum berkurang. Kira-kira 2 sampai 3 hari belum habis," ungkap Joko.
Saksikan Live DetikPagi :
