Bendung Karet Sungai Juana di Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati mengering hingga menyebabkan ribuan ikan sapu-sapu terdampar dan mati. Begini penampakan hamparan ribuan ikan menumpuk di dasar Sungai Juana Pati.
Panas terik yang menyengat akhir-akhir ini memahat retakan-retakan tanah di sekitar Bendung Karet Sungai Juana. Sungai yang biasanya mengalirkan gairah kehidupan bagi bantaran di sekitarnya itu kini lunglai dan menyisakan ceruk-ceruk mengering yang menelanjangi dasarnya.
Dampaknya ada ribuan ikan jenis sapu-sapu yang terdampar. Ribuan ikan itu menumpuk di dasar sungai. Beberapa warga pun berbondong-bondong mengambil ribuan ikan di dasar sungai itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampakan bangkai ikan menumpuk di Sungai Juana Pati yang mengering, Rabu (2/9/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
Tidak hanya di dasar sungai, juga ribuan ikan mati di pinggir sungai. Terlihat bangkai ikan itu diselimuti lalat dan berbau menyengat di bawah terik panasnya matahari.
Warga Desa Bungasrejo, Joko Susilo mengatakan ikan di dasar sungai diperkirakan sangat banyak sekali. Ia mengaku dua kali ke sungai dengan membawa pikap mengambil ikan tersebut. Sekali muat ke pikap, Joko bisa mendapatkan 1 ton ikan sapu-sapu.
"Untuk bahan ternak, sudah ambil 1 ton diambil," kata Joko ditemui di lokasi, Rabu (2/9/2026).
Penampakan bangkai ikan menumpuk di Sungai Juana Pati yang mengering, Rabu (2/9/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
Joko mengatakan ikan di dasar sungai diperkirakan 2 sampai 3 hari diambil belum juga habis. Sebab jumlahnya sangat banyak.
"Ini populasinya masih banyak jadi seperti belum berkurang. Kira-kira 2 sampai 3 hari belum habis," ungkap Joko.
Dia mengatakan kekeringan di Sungai Juana terjadi sebulan belakangan ini. Sungai yang digunakan untuk pengairan pertanian kian hari terus berkurang dan kekeringan.
Warga mengais ikan sapu-sapu di tengah Bendung Karet Sungai Juana yang asat, Rabu (2/9/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
"Kekeringan hampir 1 bulan. Belum ada bantuan ke sini," jelasnya.
Joko berharap kepada pemerintah agar segera memberikan bantuan kepada warga terutama mengaliri Sungai Juana dari Waduk Kedung Ombo di Kabupaten Grobogan.
"Harapannya supaya di Waduk dibuka untuk pertanian, karena petani membutuhkan air. Semoga dibuka dari Waduk sana (Waduk Kedung Ombo Kabupaten Grobogan)," jelas dia.



