Cerita Warga Demak Ramai-ramai Padamkan Api Saat Lihat Mayat Wanita Terbakar

Cerita Warga Demak Ramai-ramai Padamkan Api Saat Lihat Mayat Wanita Terbakar

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Rabu, 02 Sep 2026 10:34 WIB
Pos ronda TKP ditemukannya mayat wanita terbakar di Jalan Raya Purwodadi-Semarang Dukuh Wareng, Desa/Kecamatan Kebonagung, Demak, Rabu (2/9/2026).
Pos ronda TKP ditemukannya mayat wanita terbakar di Jalan Raya Purwodadi-Semarang Dukuh Wareng, Desa/Kecamatan Kebonagung, Demak, Rabu (2/9/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Demak -

Wanita tanpa identitas ditemukan dalam kondisi terbakar di pos ronda tepi Jalan Raya Purwodadi-Semarang, Dukuh Wareng, Desa/Kecamatan Kebonagung, Demak. Warga setempat yang mengetahui kejadian itu ramai-ramai padamkan api yang masih menyala.

Salah satu warga bernama Siti Nurjanah mengungkapkan, korban ditemukan oleh warga dan mengundang keramaian. Melihat kondisi mayat yang terbakar, warga pun menyiramkan air.

"Setelah itu orang pada keluar semua, habis itu ada yang matiin apinya pakai air," kata Siti kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siti mengaku mengetahui kejadian itu sekitar pukul 03.00 WIB. Ia yang kemudian turut datang ke TKP karena ada keramaian, terkejut saat melihat ada mayat terbakar.

ADVERTISEMENT

"Kejadiannya itu sekitar jam 03.00 WIB kan ada rame-rame di jalan. Aku kira ki apa sing kebakaran, ternyata ada orang dibakar di pos ronda," ujar Siti.

Siti menjelaskan bahwa jenis kelamin korban adalah perempuan. Menurut pengamatannya, diduga korban disiram bahan bakar sebelum dibakar.

"Orangnya itu perempuan, kelihatannya itu disiram pake Pertalite terus dibakar, iya (bau) kayak bensin," jelas Siti.

Siti menyampaikan dugaan bahwa kejadian itu merupakan pembunuhan. Ketika ditemukan warga, terlihat kepala korban bocor dan mengeluarkan darah.

"Pembunuhan, soale kepalanya bocor ada darahnya," ucap Siti.

Sementara itu, warga lain yang mengaku bernama Taufik mendatangi TKP pagi hari usai bangun tidur. Saat ia datang, masih ada keramaian di lokasi.

"Saya bangun jam 07.30 WIB, langsung ke sini masih ada ramai-ramai. Ada polisi, dipasangi garis polisi juga," jelas Taufik.

Taufik menuturkan jenazah sudah dibawa ke rumah sakit saat dirinya tiba. Ia menjelaskan warga setempat tidak ada yang mengenali korban.

"Saya datang sudah nggak ada (korbannya), dibawa ke RSUD diautopsi. Warga sini ndak ada yang tau siapa," tutur Taufik.

Dilansir akun Instagram Sat Reskrim Polres Demak (@reskrim.demak), hasil autopsi mengungkap ada ciri khusus lain dari korban. Salah satu yang disampaikan yakni makanan terakhir yang dikonsumsi korban.

"Ciri-ciri khusus lain struktur gigi jarang bagian atas depan, terakhir makan bubur halus, rambut ikal hitam berubah, panjang sebahu," tulis akun tersebut dilihat detikJateng pada Rabu (2/9).

Sementara itu, Ps Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo mengungkapkan bahwa hari ini polisi akan melakukan olah TKP ulang.

"Hari ini rencana ada olah TKP kembali," kata Rudi saat dihubungi detikJateng, Selasa (2/9).

Rudi menyampaikan saat ini belum diketahui pasti terkait identitas korban maupun siapa terduga pelaku yang melakukan tindakan tersebut.

"(Identitas korban dan terduga pelaku) belum (diketahui)," jelas Rudi.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma juga membenarkan bahwa polisi akan melakukan olah TKP ulang.

"(Olah TKP kembali) pagi ini," ujar Arlan melalui pesan WhatsApp.

Diberitakan sebelumnya, mayat wanita tanpa identitas ditemukan dalam kondisi terbakar di pos ronda Dukuh Wareng RT 5 RW 3, Desa/Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Wanita itu diduga korban pembunuhan.

Ps Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo mengatakan keberadaan mayat itu diketahui pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Keberadaan mayat tersebut mulanya diketahui oleh saksi satu bernama Wahyudi (36) yang melihat pos ronda terbakar.

"Menurut keterangan saksi 1, pada saat ingin membeli makan, melihat ada pos ronda yang terbakar tetapi tidak mengetahui kalau ada mayat di pos ronda tersebut. Kemudian saksi 1 memanggil saksi 2 dan saksi 3 untuk ikut mengecek keadaan pos ronda dan diketahui ada mayat tanpa identitas yang sudah kaku," kata Rudi saat dihubungi detikJateng, Selasa (1/9).

Rudi menyebut warga setempat tidak ada yang mengetahui identitas mayat tersebut. Tim identifikasi yang tiba di lokasi kemudian memastikan jenazah tersebut merupakan seorang wanita.

"Menurut keterangan Pak RT setempat tidak ada warga yang mengetahui (mengenal) mayat tanpa identitas tersebut, kemudian dari Polsek Kebonagung menelepon Pamapta dari Polres Demak," tutur Rudi.

"Sesampainya di lokasi sekitar pukul 04.45 WIB, kemudian tim identifikasi dari Polres Demak melakukan pengecekan dan diketahui bahwa identitas yang meninggal jenis kelamin perempuan," imbuhnya.

Rudi mengungkapkan ada dugaan kekerasan terhadap wanita tersebut. Rudi menjelaskan ciri-ciri korban tersebut yaitu perempuan usia kurang lebih 40 tahun dengan tinggi badan sekitar 147 cm dengan perawakan pendek sedikit gemuk.

"Pakaian ini ada baju hijau ukuran S, handuk merek Pamelo warna biru, celana 3/4 warna hitam bergambar logo Pain dalam serial Naruto. Kaos krem, ada stiker gambar kepala beruang. Sandal slop warna hitam merek Lauvo nomor 37," terang Rudi.

Rudi menyebut hasil autopsi mengungkap bahwa luka tajam berupa tusukan menjadi sebab kematian korban. Akibat luka ini, tulang tengkorak korban hingga mengalami patah.

"Penyebab kematian luka tusuk di bagian kepala belakang yang mengakibatkan patahnya tulang tengkorak," ungkap Rudi.

Halaman 2 dari 2
(apu/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads