Warga Dukuh Wareng RT 5 RW 3, Desa/Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak digegerkan dengan sosok wanita yang terbakar di pos ronda. Wanita tanpa identitas itu diduga dibunuh sebelum dibakar.
Peristiwa penemuan mayat itu terjadi hari Selasa (1/9) sekitar pukul 04.00 WIB. Saksi yang pertama melihat adalah warga bernama Wahyudi.
Ditemukan Kondisi Terbakar
Ps Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo mengatakan saksi 1 yaitu Wahyudi awalnya melihat api di pos ronda. Ketika itu dia belum tahu jika yang terbakar adalah mayat manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut keterangan saksi 1, pada saat ingin membeli makan, melihat ada pos ronda yang terbakar tetapi tidak mengetahui kalau ada mayat di pos ronda tersebut. Kemudian saksi 1 memanggil saksi 2 dan saksi 3 untuk ikut mengecek keadaan pos ronda dan diketahui ada mayat tanpa identitas yang sudah kaku," kata Rudi saat dihubungi detikJateng, Selasa (1/9/2026).
Warga sekitar tidak ada yang mengenal korban. Kepolisian yang datang ke lokasi kemudian melakukan identifikasi dan memasang garis polisi.
"Menurut keterangan Pak RT setempat tidak ada warga yang mengetahui (mengenal) mayat tanpa identitas tersebut, kemudian dari Polsek Kebonagung menelepon Pamapta dari Polres Demak," tutur Rudi.
"Sesampainya di lokasi sekitar pukul 04.45 WIB, kemudian tim identifikasi dari Polres Demak melakukan pengecekan dan diketahui bahwa indentitas yang meninggal jenis kelamin perempuan," imbuhnya.
Diduga Dibunuh Lalu Dibakar
Rudi menjelaskan, ada dugaan korban sudah meninggal saat tubuhnya terbakar. Meski demikian pihak medis akan memastikan hal tersebut.
"Kemungkinan sudah meninggal (saat dibakar), akan tetapi untuk lebih pastinya nunggu pemeriksaan tim medis dari RSU Sultan Fatah," ujar Rudi.
Rudi mengungkapkan bahwa ada dugaan kekerasan terhadap wanita tersebut.
"Dari olah TKP yang di lapangan diduga ada unsur kekerasan. Indikasi dugaan pembunuhan," tegasnya.
Luka di Kepala
Selain itu, Rudi juga menjelaskan ditemukan ada sejumlah luka di bagian kepala korban. Di antara luka itu ada bekas tusukan benda tajam.
"Hasil dari forensik, ada beberapa luka di kepala, ada luka senjata tajam juga, ditusuk," kata Rudi
"Penyebab kematian luka tusuk di bagian kepala belakang yang mengakibatkan patahnya tulang tengkorak," ungkap Rudi.
Rudi juga menjelaskan ada luka tumpul pada jenazah korban. Luka itu ditemukan pada kepala bagian belakang sebelah kiri.
"Patah tulang tengkorak bagian kiri hingga belakang luka akibat kekerasan benda tumpul," tutur Rudi.
Terkait luka bakar, Rudi menyebut menyebar di bagian tubuh korban. Skala luka bakarnya yaitu 45 persen.
"Didapat juga luka bakar derajat empat pada kepala sebelah kanan, dada sebelah kanan, tangan kanan, tungkai atas kanan. Derajat dua sampai tiga pada punggung, tungkai atas kiri, depan dan tungkai atas kanan, yaitu total luka bakar ada 45 persen," ungkap Rudi.
Ciri-ciri Korban
Identitas dari mayat tersebut belum diketahui. Kepolisian kemudian membeberkan ciri-ciri korban sehingga jika ada anggota keluarga yang merasa kenal bisa menghubungi pihak berwajib.
"Ciri-ciri dari korban tersebut yaitu seorang perempuan usia kurang lebih 40 tahun. Tinggi tubuh atau tinggi badan sekitar 147 cm, perawakan pendek sedikit gemuk," ujar Rudi.
Rudi menuturkan ada sejumlah barang yang melekat pada tubuh korban serta barang-barang lain yang ditemukan di TKP, mulai dari pakaian hingga sandal slop.
"Pakaian ini ada baju hijau ukuran S, handuk merek Pamelo warna biru, celana 3/4 warna hitam bergambar logo Pain dalam serial Naruto. Kaus krem, ada stiker gambar kepala beruang. Sandal slop warna hitam merek Lauvo nomor 37," terang Rudi.
Rudi mengimbau kepada masyarakat yang mengenali ciri ciri tersebut untuk bisa melaporkannya ke Call Center Polri 110 atau datang ke kantor polisi terdekat.
Autopsi dilakukan oleh Biddokes Polda Jateng untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Korban dibawa ke RS Sultan Fatah Demak.
