Bendung Karet Sungai Juana tepatnya di Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, mendadak ramai diserbu warga. Hal ini karena kondisi asat yang mengakibatkan banyak ikan terdampar.
Pantauan detikJateng di lokasi, warga berdatangan di sekitar Bendung Karet Sungai Juana sore ini. Mereka penasaran ingin melihat kondisi Sungai Juana yang asat.
Diketahui fungsi utama Bendung Karet Sungai Juana di Pati untuk mengatur distribusi air irigasi untuk ribuan hektare lahan persawahan. Bendung Karet ini sebagai penyekat antara air asin dan tawar di Sungai Juana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kondisi sore ini sungainya kering kerontang. Tidak ada air tawar yang bisa digunakan oleh petani.
Bahkan ada jutaan ikan sapu-sapu terdampar di tengah sungai yang mengering. Banyak ikan juga mati di sekitar lokasi. Kondisi tersebut pun viral di media sosial dan mengundang warga berdatangan.
"Saya dari Juwana tahunya dari postingan, itu kondisinya kering banyak ikan terdampar," kata warga Juwana, Anton saat ditemui di lokasi, Selasa (1/8/2026).
Menurutnya, kondisi Bendung Karet ini belum pernah asat. Namun, hal ini diakibatkan karena musim kemarau ekstrem.
"Terus dulu waktu pembangunan saya ke sini banyak air, terus ternyata sekarang habis. Ini karena pengaruh musim kemarau panjang, biasanya nggak seperti ini, ini ada embung Karet untuk menyekat air asin dan tawar, tapi ini kemarin ekstrem jadi airnya susut," ungkap dia.
Penampakan Bendung Karet Sungai Juana di Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Pati, yang asat hingga bikin banyak ikan terdampar, Selasa (1/9/2026) Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
Anton mengaku belum pernah melihat Bendung Karet asat. "Kejadian ini baru terjadi tahun ini, sejak seminggu yang lalu. Ini kan air kering ngambil air padanya air cepat habis," jelasnya.
Hal senada disampaikan warga Desa Bungasejo, Lukito. Menurutnya, bendung ini asat karena imbas musim kemarau.
"Ya semula ini tampungan air dari atas memang kurang, untuk petani yang banyak membutuhkan air karena musim tanam, karena kemarin embung masih ada terus harapan warga bisa tanam tapi ternyata panas sungguh ekstrem jadi tidak ada air," jelas Lukito saat ditemui di lokasi petang tadi.
Dia menyebut akibat asatnya Bendung Karet Sungai Juana ada jutaan ikan sapu-sapu terdampar. Bahkan banyak pula ikan yang mati.
"Jutaan ikan terdampar sejak seminggu, ada yang diambil, kemarin lebih banyak sekali. Kemarin sempat banyak diambil, sekarang sudah nggak, kondisinya kotor dan banyak yang mati," ujarnya.
Lukito berharap agar ada bantuan air dari waduk lain ke Sungai Juana. Ia khawatir kondisi musim kemarau semakin panjang akan berdampak para petani di sekitar bendung.
"Harapan semoga air dari atas supaya bisa turun ke sungai, warga bisa tanam lagi karena banyak modal sudah dikeluarkan," jelasnya.
detikJateng sudah berupaya meminta konfirmasi kepada pengelola Bendung Karet Sungai Juana akan tetapi mereka tidak berkenan memberikan statement. Mereka menyarankan agar wawancara kepada pengelola yang ada di Semarang.

