Video yang dinarasikan adanya keributan terjadi di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Minggu (30/8) dini hari viral di media sosial. Polisi masih melakukan penyelidikan dan menunggu laporan korban kejadian tersebut.
Insiden itu ramai usai diunggah akun Instagram @beritasemaranghariini. Dalam video tampak sejumlah orang berkumpul di sekitar kedai kaki lima.
"Keributan terjadi di kawasan Jalan Pahlawan Kota Semarang pada Minggu (30/08/2026) dini hari sekitar pukul 01.55 WIB," tulis akun @beritasemaranghariini seperti dilihat detikJateng, Minggu (30/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video tersebut nampak seorang pria yang terluka terlihat dilindungi seorang perempuan yang terus berteriak. Sebuah wajan tampak terlempar dalam keributan itu. Sementara beberapa orang terlihat melerai.
"Ternyata usut punya usut awal perseliahan diduga karena masalah parkir. Kejadian seperti ini tidak sekali..harapannya kedepan parkir liar bisa ditindak," lanjut akun itu.
Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Semarang Selatan, AKP Rismanto, membenarkan adanya insiden dini hari tadi. Ia mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kejadian tersebut.
"(Benar karena parkir?) Ini masih dalam penyelidikan. Kejadiannya sekitar mau jam 02.00 WIB tadi dini hari," kata Rismanto saat dihubungi detikJateng hari ini.
Rismanto mengatakan, peristiwa terjadi saat korban sedang mengendarai sepeda motor bersama seorang teman perempuannya.
"Korban lagi naik motor sama temannya. Terus kemudian bertemu beberapa massa dengan kelompok. (Tawuran?) Tidak, itu kendaraan sendiri-sendiri," ujarnya.
Dia menjelaskan, korban diduga tiba-tiba dihentikan oleh seseorang saat tengah mengendarai motornya. Korban juga disebut sempat dipukuli. Namun, polisi belum mengetahui secara pasti penyebab korban dihentikan dan dianiaya.
"Korban ini tiba-tiba dihentikan terus dipukuli. Belum tahu masalahnya apa. Karena korban belum laporan resmi. Kronologinya seperti apa belum jelas," jelasnya.
Ia menyampaikan, setelah kejadian, korban sempat disarankan mendapatkan perawatan di RS Roemani. Korban kemudian pulang dan disebut berencana membuat laporan sore ini.
"Korban belum laporan resmi. Tadi malam disarankan berobat di Rumah Sakit Roemani dulu. Ternyata setelah berobat pulang dan rencana sore ini mau laporan," katanya.
"Ini masih dalam penyelidikan. Tim saya masih mengumpulkan keterangan-keterangan dari saksi-saksi di TKP juga," lanjutnya.
