Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bisa mengatur durasi bangjo di persimpangan jalan. Jika pengguna jalan ngeyel, Dishub bisa memperpanjang durasi lampu merah hingga beberapa menit.
Sebelumnya, Dishub memperpanjang durasi lampu merah di simpang Jrakah, Kecamatan Ngaliyan, karena beberapa pemotor melawan arus pada Selasa (18/8). Video tersebut diunggah di akun Instagram resmi Area Traffic Control System (ATCS) Dishub Kota Semarang pada Senin (24/8/2026).
Saat ditanya berapa lama lampu hijau itu ditunda, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Mulyadi, menjawab sekitar setengah menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"35 detik, Mas," sebut Mulyadi saat dihubungi detikJateng hari ini.
Namun, lampu APILL ternyata bisa ditunda hingga 3 menit jika ada pengendara yang melanggar lalu lintas tak mendengarkan arahan petugas. Di simpang Jrakah, durasi lampu merah pun bervariasi mulai dari 20 detik hingga 70 detik.
"Normalnya simpang Jrakah tiga fasa. Fasa A dari barat masuk Ngaliyan 20 detik, fasa B 70 detik, fasa c dari Ngaliyan 50 detik. Nggih tiga menitan," sebutnya.
Bahkan durasinya bisa lebih dari 3 menit. Hal itu dilakukan jika pengguna jalan masih tidak mematuhi arahan petugas.
"Setelah 3 menit pelanggar lalu lintas baru puter balik. Setelah itu kita normalkan. (Bisa lebih dari 3 menit?) Saget (bisa)," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam video viral yang diunggah ATCS Dishub Kota Semarang, Mulanya petugas menyoroti adanya pemotor yang tidak mengenakan helm. Dia meminta pemotor yang tidak mengenakan helm untuk mengangkat tangan.
"Bagi sepeda motor roda dua yang merasa tidak menggunakan helm, silakan angkat tangan. Atau saya sebutkan, saya absen," sebut petugas pria tersebut melalui pengeras suara.
Lantas wanita pengendara motor langsung mengangkat tangan. Imbauan tersebut berlangsung jenaka dan interaktif.
Tak berselang lama, seorang pemotor menunggu lampu bangjo hijau melawan arus di tepi separator jalan. Petugas ATCS pun menemukan pelanggaran itu.
"Loh, ini apa ini. Sepeda motor kok bisa di sini, berhenti, Pak!" ungkapnya dengan nada jenaka.
"Bapak e ini yang sepeda motor Smash atau Vega biru ngelawan arus. Pak, njenengan, malah tingak-tinguk. Njenengan putar balik," lanjutnya.
Usai pria tersebut berputar balik, ada beberapa motor yang ikut mengantre di titik tersebut. Petugas pun mengatakan bakal menunda lampu hijau.
Ternyata para pengendara itu ngeyel meski berkali-kali diingatkan petugas. Bahkan ada yang berusaha kukuh sambil merokok.
"Putar balik, yo wis, sampai besok nggak hijau," terangnya.
Tak lama, mereka pun langsung berputar balik mengikuti arus yang semestinya. Petugas ATCS pun meminta maaf karena lampu merah jadi lebih lama karena ulah pengendara ngeyel.
Dimintai konfirmasi, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Mulyadi, membenarkan pihaknya bisa mengontrol bangjo.
"Nggih, Mas, kami tidak bosan-bosan mengimbau pada pengguna jalan untuk selalu tertib berlalu lintas, melalui CcRom simpang yang sudah terkoneksi dengan ATCS saget untuk mengontrol lampu traffic," kata Mulyadi saat dihubungi detikJateng, Senin (24/8).
Mulyadi mengatakan, kelakuan sejumlah pemotor yang diunggah itu dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya.
"Yang di Instagram itu kan melawan arus hak pengguna jalan yang lain dan membahayakan. Di situlah nanti para pengguna jalan yang lain membantu mengingatkan," ungkapnya.
Dia menyebut ada beberapa titik di mana banyak pengguna jalan yang melanggar peraturan lalu lintas. Salah satunya adalah di simpang Jalan Indraprasta.
"Yang jadi atensi yang paling tinggi yang pertama masih di Tlogosari, di simpang Jrakah, Indraprasta, Tugu Muda sendiri," sebutnya.
Dishub masih berupaya untuk memberikan imbauan kepada yang melanggar. Imbauan dilakukan secara interaktif dan jenaka agar bisa diperhatikan masyarakat.
"Itu dikemas dengan kata-kata jenaka agar tentunya bisa diterima masyarakat," ungkapnya.
Disebutkan ada 52 ATCS di Kota Semarang. Upaya tersebut diklaim bisa mengurangi pelanggaran lalu lintas.
"Ya ini efektif, terima kasih support-nya teman-teman masyarakat juga mendukung dan ikut menyemangati kita," pungkasnya.
(afn/apl)
