Ekshumasi dilakukan kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kematian Sutrimo yang ditemukan tewas di depan klinik kecantikan Mordent yang berlokasi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). Masih butuh waktu sekitar dua minggu untuk mengetahui hasil dari ekshumasi tersebut.
Dikutip dari detikNews, Polda Metro Jaya masih menunggu hasil Laboratorium Forensik (Labfor) untuk hasil ekshumasi.
"Kita menunggu dari hasil laboratorium forensik terkait tentang hasil ekshumasi. Ekshumasi itu bongkar makam. Ada pemeriksaan luar sudah disampaikan oleh Profesor Ahmad Yudianto, dan yang ketiga adalah pemeriksaan bagian dalam," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Rabu (19/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini pemeriksaan bagian DNA dan jaringan dari jenazah Sutrimo dilakukan. Butuh waktu sekitar dua pekan sejak ekshumasi untuk mengetahui hasilnya.
"Pemeriksaan bagian dalam ada DNA, jaringan, termasuk zat yang ditemukan ini masih menunggu hasil satu sampai dua minggu. Nanti itu yang disampaikan oleh ahlinya," ujarnya.
Untuk diketahui, Sutrimo meninggal pada Kamis (23/7) lalu. Pemakaman sudah dilakukan di kampung halamannya di Kabupaten Banyumas.
Kemudian pihak keluarga merasa ingin mengetahui pasti penyebab kematian Sutrimo karena sebelum kematiannya tidak ada gelagat aneh. Penyelidikan pun dilakukan kepolisian.
Polda Metro Jaya bersama tim dokter forensik lalu melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8).
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Sudah ada 27 orang saksi telah diperiksa dalam kasus tersebut.
"Ini sudah memasuki proses penyidikan. Update-nya adalah telah melakukan pemeriksaan 27 orang saksi," ujar Budi.
