Tegur Pemotor Ugal-ugalan, Gilang Ditusuk Saat Mau Beli Makan di Semarang

Tegur Pemotor Ugal-ugalan, Gilang Ditusuk Saat Mau Beli Makan di Semarang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 19 Agu 2026 18:42 WIB
Rekaman CCTV penusukan Gilang di Jalan Abdulrahman Saleh, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.
Rekaman CCTV penusukan Gilang di Jalan Abdulrahman Saleh, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Foto: dok. Polsek Semarang Barat
Semarang -

Seorang pria asal Kabupaten Grobogan bernama Niky Gilang Ramdhani menjadi korban penusukan di Jalan Abdulrahman Saleh, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, saat hendak membeli makan. Korban ditusuk menggunakan sebilah pisau oleh orang tak dikenal.

Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto, menerangkan kejadian itu berlangsung pada Minggu (16/8/2026) pukul 23.30 WIB. Saat itu, korban berboncengan bersama temannya.

"Korban dan teman korban mengendarai sepeda motor berboncengan di Jalan Abdulrahman Saleh dengan maksud untuk mencari makan, dari arah selatan turun ke arah utara," kata Suprapto kepada detikJateng melalui pesan singkat, Rabu (19/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban pun berhenti di depan sebuah toko dan hendak berputar arah untuk membeli nasi goreng. Ketika berputar, ada satu unit motor Vario yang melaju ugal-ugalan.

ADVERTISEMENT

"Sesampainya di depan toko Ramai Manyaran korban berhenti dan mau putar arah dengan maksud mau membeli nasi goreng. Ketika saat mau berputar arah tiba-tiba dari arah selatan, melaju motor Vario warna hitam yang dikendarai dua orang melaju dengan kencang sehingga akan menabrak korban," beber Suprapto.

Gilang pun kaget sehingga menegur pemotor Vario. Pelaku tidak terima dan turun dari motor lalu menghampiri korban. Terduga pelaku yang merupakan pembonceng motor Vario itu menusuk korban dengan sebilah pisau.

"Karena korban panik, korban sempat menegur pelaku dengan kata-kata, 'Mas yen numpak alon-alon ojo banter-banter' (kalau naik motor jangan banteng-banter'. Akan tetapi pembonceng motor Vario hitam tidak terima dan turun dari motor," tuturnya.

"Kemudian berjalan ke arah korban sambil menusuk korban menggunakan sajam jenis pisau sehingga melukai korban di bagian perut bagian kiri dan punggung," lanjutnya.

Gilang dan temannya pun ketakutan dan berlari ke arah SMPN 19 Semarang. Korban juga meninggalkan motor di lokasi saat dikejar pelaku.

"Karena ketakutan, korban dan teman korban lari ke arah selatan dan motor korban ditinggal di lokasi. Ketika pelaku akan mengejar korban akan tetapi pelaku dihalang-halangi teman pelaku yang mengendarai motor," ungkap Suprapto.

Gilang pun tiba di depan sebuah kedai es teh. Dia lalu mengendap-endap untuk mengambil motornya.

Selanjutnya, Gilang pulang ke mess tempatnya tinggal dan berobat. Dia lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semarang Barat.

"Setelah korban berhasil mengambil motor, kemudian korban melarikan diri dan pulang ke mess. Kemudian korban berobat dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semarang barat untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Suprapto.

Kini polisi tengah mengecek CCTV sekitar lokasi. Polisi masih belum bisa mengidentifikasi pelaku penusuk Gilang.

"(Pelaku) Seorang laki-laki yang tidak dikenal. Pelat nomor tidak kelihatan," jelasnya.

"Anggota lapangan masih lidik mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar TKP. Kondisi korban sadar masih sehat bisa bekerja seperti biasanya," pungkasnya.



(ams/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads