Pengemudi traktor dikagetkan dengan adanya ular sanca sepanjang 3 meter saat menggarap lahan pertanian di kawasan Serut, Popongan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Ular sanca jenis kembang atau Reticulated Python sepanjang 3 meter muncul secara tiba-tiba saat lahan tengah digarap menggunakan traktor pada Minggu (16/8) pagi.
Ketua Umum sekaligus Pendiri Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, mengatakan peristiwa yang terjadi pada siang hari itu bermula saat Agus, seorang operator traktor, sedang meratakan tanah. Saat traktor membelah lahan, ular berukuran besar tampak menggeliat di antara tumpukan tanah dan rumput.
"Benar ada laporan evakuasi ular sanca di wilayah Popongan. Ular itu muncul pas lahan lagi ditraktor. Operatornya kaget, langsung berhenti karena takut ularnya terlindas atau malah menyerang," ujarnya dihubungi detikJateng, Minggu (16/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemunculan ular tersebut sontak membuat para pekerja di lokasi panik. Agus yang tak berani bertindak sendiri menghubungi tim relawan Exalos untuk meminta bantuan.
Mendapat laporan tersebut, Janu segera menginstruksikan tim lapangan untuk bergerak. Personel Exalos yakni Dwi Sanyoto dan Rinan Toni meluncur ke lokasi, disusul oleh Triyanto untuk membantu proses pengamanan.
"Tim kami di lapangan, Mas Dwi, Mas Rinan, dan Mas Triyanto langsung melakukan penanganan. Kondisi ular saat itu cukup agresif karena habitatnya terganggu oleh suara dan getaran mesin traktor," jelas Janu.
Janu mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Ia mengatakan tim berhasil menjepit bagian kepala ular dan memasukkannya ke dalam karung pengaman tanpa ada korban luka, baik dari pihak warga maupun satwa itu sendiri.
"Proses evakuasi berjalan cepat sekira 10 menit bisa tertangkap," ucapnya.
Janu menjelaskan bahwa area pertanian memang menjadi habitat favorit ular sanca karena ketersediaan pakan seperti tikus yang melimpah. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak gegabah jika menemukan ular berukuran besar.
"Kami mengapresiasi langkah Pak Agus yang tidak langsung membunuh ular tersebut dan memilih melapor. Jika bertemu ular besar, tetap tenang, pantau posisinya, dan segera hubungi tim ahli atau pemadam kebakaran. Jangan mencoba menangkap sendiri jika tidak memiliki keahlian, karena risikonya sangat besar," tegas Janu.
Saat ini, ular sanca sepanjang 3 meter tersebut telah diamankan di markas Exalos untuk nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari pemukiman dan aktivitas manusia.
"Setelah evakuasi selesai, para petani di Popongan pun kembali melanjutkan aktivitasnya," pungkasnya.
Baca juga: Rumah Makan di Bintoro Demak Hangus Terbakar |
