Macan Kumbang Turun Gunung Mangsa 7 Ternak di Batang

Terpopuler Sepekan

Macan Kumbang Turun Gunung Mangsa 7 Ternak di Batang

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 15 Agu 2026 10:51 WIB
Evakuasi macan kumbang nyelonong ke Gunungsari Batang, Rabu (12/8/2026).
Evakuasi macan kumbang nyelonong ke Gunungsari Batang, Rabu (12/8/2026). Foto: dok. Polsek Bawang
Batang -

Seekor macan kumbang masuk ke permukiman warga di Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Hewan buas tersebut sempat memangsa tujuh ternak milik warga di Dukuh Ngasinan RT 16 RW 03.

Macan kumbang akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. Kepala Desa Gunungsari, Tutur Budiyono, mengungkapkan macan kumbang itu pertama kali diketahui berada di sekitar rumah milik Suryono pada, Rabu (12/8) pukul 05.30 WIB.

Saat bangun, pemilik rumah mendengar suara denguran dari arah belakang rumah yang terdapat kandang ayam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu itu 05.30 WIB yang punya rumah bangun. Tiba-tiba ada suara dengusan di belakang rumah, di kandang ayam. Setelah dibuka pintu, ternyata ada macan kumbang," terang Tutur melalui sambungan teleponnya, Rabu (12/8/2026).

Lapor ke Petugas

Mendapati hal itu, pemilik rumah kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Tutur bersama warga lalu melaporkannya kepada pihak kepolisian, Koramil, dan BPBD.

ADVERTISEMENT

Macan kumbang tersebut diketahui terus bergerak antara kandang ayam dan bagian rumah warga. Warga pun memilih menjaga jarak karena khawatir satwa tersebut menyerang.

Saat petugas kepolisian mencoba masuk ke rumah, macan tersebut sempat menunjukkan perilaku hendak menyerang. Petugas lalu keluar dan mengunci pintu karena belum memiliki peralatan yang memadai untuk melakukan evakuasi.

"Dari pihak kepolisian pertama mencoba masuk rumah. Di situ dia mau menyerang. Karena tidak ada alat, akhirnya menjauh dulu dan pintunya dikunci," ucapnya.

Mangsa 7 Ekor Ternak

Sembari menunggu kedatangan petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, macan tersebut masih berada di sekitar rumah warga. Dalam rentang waktu sekitar pukul 05.30 hingga 11.00 WIB, satwa itu memangsa sekitar tujuh ekor ayam milik warga.

"Ayamnya sekitar 25 ekor. Tapi yang dimakan sekitar tujuh ekor," ujarnya.

Dia menyebut rumah warga yang disatroni macan kumbang itu berada tepat di garis perbatasan antara permukiman dan kawasan hutan Perhutani. Dia menyebut peristiwa macan kumbang masuk ke permukiman warga baru pertama kali ini.

"Sepengetahuan warga, memang sering bertemu langsung dengan macan tersebut, tapi di hutan. Alhamdulillah tidak pernah mengganggu atau mencederai manusia," ungkapnya.

Sementara itu, Kaposlek Bawang, AKP Slamet Riyanto, menambahkan petugas di lapangan mengamankan lokasi dan mengurung macan kumbang yang masuk ke dalam rumah milik warga setempat yakni Turyono dengan cara menutup seluruh akses pintu rumah.

"Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari BKSDA Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Rimbawanto, tim Taman Safari Beach Batang bersama dokter hewan Drh Bowo, Damkar, BPBD Kabupaten Batang, serta jajaran Muspika Bawang," ungkap Slamet.

Kondisi Lapar dan Terluka

Slamet menyampaikan, saat masuk ke permukiman warga macan dalam kondisi kelaparan dan terluka.

"Dugaan sementara, macan kumbang tersebut turun ke pemukiman warga untuk mencari makan karena salah satu kakinya mengalami luka, sehingga kesulitan beradaptasi mencari makanan. Sekarang mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," tutur Slamet Riyanto, Rabu (12/8).

Macan Dievakuasi

Untuk proses evakuasi sendiri, terang Slamet, melibatkan tim gabungan. Slamet mengatakan, sekitar pukul 10.00 WIB tadi, tim ahli tiba di lokasi dan langsung menyiapkan tindakan pembiusan.

"Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari BKSDA Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Rimbawanto, tim Taman Safari Beach Batang bersama dokter hewan Drh Bowo, Damkar, BPBD Kabupaten Batang, serta jajaran Muspika Bawang," katanya.

"Satwa liar tersebut akhirnya berhasil dilumpuhkan secara terukur menggunakan tembakan obat bius dan dimasukkan ke dalam kandang khusus sekitar pukul 11.30 WIB," imbuh Slamet.

Dibawa ke Taman Safari

Usai dievakuasi, macan kumbang dibawa ke PT Taman Safari Unit IV Batang Dolphin Center (BDC) untuk dirawat lantaran kaki kanannya terluka. Kepala BKSDA Jateng, Dyah Sulistyari, menerangkan satwa tersebut dievakuasi ke BDC usai diamankan kemarin.

"Kondisi satwa yang ada luka sehingga kita harus evakuasi ke BDC yang saat ini sudah diperiksa oleh tim kesehatan BDC bersama dokter hewan kami," kata Dyah saat ditemui di kantornya di Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (13/8/2026).

Dyah mengatakan luka di kaki kanan macan tersebut tengah diobservasi. Macan kumbang itu pun disebut pincang.

"Sampai saat ini masih observasi dan terdapat luka pada bagian telapak kaki yang sebelah kanan sehingga satwa tersebut itu kondisinya pincang," bebernya.

Dyah menyebut macan jantan itu terbilang kurus. Oleh sebab itu, diperlukan penanganan khusus.

"Perkiraan (usia) 10 tahun jantan. Kalau ukuran berat sih kemarin ada perkiraan dari dokter Bongot itu kurang lebih sekitar 25 kilograman, kurus," sebutnya.

BKSDA Jateng bakal melakukan pemantauan secara berkala terhadap macan itu. Nantinya akan diputuskan apakah hewan itu bakal dilepasliarkan atau direhabilitasi.

"Ke depannya kita terus memantau perkembangan dari macan kumbang yang ada di BDC. Tim kami akan ke sana untuk memantau progresnya setiap mungkin 2-3 hari sekali untuk memastikan kondisi satwanya apakah nanti bisa dilepasliarkan atau lukanya itu tidak bisa disembuhkan, sehingga harus kita rehabilitasi," jelasnya.

Macan dari Gunung Prau

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng), Dyah Sulistyari, mengatakan hutan tersebut berada di kawasan lereng Gunung Prau.

"Kalau kondisi hutan yang di Bawang itu kan termasuk Gunung Prau. Kondisinya (hutannya) sebenarnya masih bagus," kata Dyah saat ditemui di kantornya di Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (13/8/2026).

Dia menerangkan, hutan tersebut juga menjadi habitat Owa Jawa. Adapun jumlah macan kumbang di hutan itu belum diketahui.

"Gunung Prau itu kan juga terdapat Owa Jawa yang di sisi paling timur. (Jumlah macan kumbang di sana?) Itu yang masih perlu dilakukan survei habitat terkait satwa tersebut," jelasnya.

Dyah menambahkan, macam kumbang itu kemungkinan berasal dari Perhutani Pekalongan Timur dari sisi utara yang masih masuk ke wilayah Batang.

"Jadi itu masih kaki lereng Gunung Prau, masuknya kawasan perhutani KPH Pekalongan Timur. Itu hutan produksi terbatas," sebutnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Terpopuler Sepekan: Spanyol Juara Dunia Sampai Eks Jampidsus Febrie Ditahan"
[Gambas:Video 20detik] (apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads