Mahasiswa Baru Unnes Tewas Kecelakaan Usai Ikut Ospek

Mahasiswa Baru Unnes Tewas Kecelakaan Usai Ikut Ospek

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 14 Agu 2026 16:33 WIB
Ilustrasi Mawar Duka Cita
Ilustrasi mahasiswa baru Unnes meninggal kecelakaan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Lyudmila Lucienne)
Semarang -

Seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rivaldo Reza (18) meninggal usai terlibat kecelakaan. Ia diduga kecelakaan saat baru pulang dari kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek).

Kabar itu viral di media sosial usai diunggah akun Instagram @rumpi_gosip. Dalam unggahan itu dikatakan seorang mahasiswa Unnes mengalami kecelakaan karena kurang berkonsentrasi.

"Rivaldo Aulia Reza Mahasiswa Baru Unnes Yang Meninggal Kecelakaan Karena Kurang Berkonsentrasi Berkendaraan, Netizen Ramai Kritik Sistem Ospek: "Mereka Berangkat Jam 3 Pagi Pulang Jam 7 Malam"," tulis akun @rumpi_gosip, dilihat detikJateng, Jumat (14/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Unggahan itu juga menyertakan komentar beberapa orang terkait sistem ospek di Unnes. Beberapa di antaranya mengeluhkan jam ospek yang dimulai sejak dini hari hingga malam hari.

ADVERTISEMENT

"bener.. OPSPEK UNNES , temenya anakku jam 4 udah pd d sana pulang jam 7 an, Ya Allah.. please, udah gak jaman kyk gini lagi," tulis salah satu akun dalam foto yang diunggah.

"anak q kuliah di Unnes AQ kasian liatnya,
ortu sangat kuatir kmrn pertama ospek
berangkat jam 3 pagi sampai sana AQ wa
udh sampai apa bIm. dan Alhamdulillah udh
sampai dgn selamat bener"' apa sih ospek itu.bener" TDK mutu," tulis akun yang lain.

Saat dimintai konfirmasi, Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, kecelakaan terjadi pada Rabu (16/8) di dekat kampus Unnes.

"TKP di Jalan Koesbiyono Tjondeowibowo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, sekitar jam 16.20 WIB. Yang jelas itu memang mau pulang (ospek)," kata Untung saat dihubungi detikJateng.

Ia mengatakan, saat itu korban berboncengan dengan mahasiswa lainnya, Aurora (18). Motor korban tengah melintas dari utara ke selatan di jalan tersebut.

"Diduga saat berkendara kurang berkonsentrasi, kemudian oleng ke kiri menabrak pohon. Setelah itu oleng ke kanan masuk jalur berlawanan," ucapnya.

"Kemudian korban terjatuh dan terjadi kecelakaan dengan motor Honda Supra dari arah berlawanan, yang dikendarai karyawan asal Kabupaten Semarang, Syaidul (25)," lanjutnya.

Akibat kecelakaan itu, korban mengalami cedera kepala dan dinyatakan meninggal di lokasi. Sementara pembonceng disebut mengalami fraktur pada kaki kiri dan kini dirawat di RS Karima Utama Sukoharjo.

"Korban Rivaldo meninggal dunia di TKP, dibawa ke kamar jenazah RSUP Dr Kariadi Kota Semarang. Pembonceng belum bisa dimintai keterangan, masih dirawat di rumah sakit," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Humas Unnes, Rahmat Petuguran membenarkan adanya mahasiswa Unnes yang meninggal karena kecelakaan. Pihak kampus menyampaikan bela sungkawa atas kematian korban.

"Keluarga besar Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Rivaldo Reza, mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomika dan Bisnis," kata Rahmat dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng.

Merespons situasi tersebut, kampus Unnes telah bekerja sama dengan pihak kepolisian. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB serta Kasi Kemahasiswaan telah berkoordinasi dengan petugas di lapangan.

"Jenazah Ananda Rivaldo dibawa ke Rumah Sakit Dr Kariadi. Di Rumah Sakit Dr Kariadi, Unnes telah bertemu dengan pihak keluarga untuk menyampaikan duka cita sekaligus menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga," jelasnya.

Ia pun mengimbau seluruh sivitas akademik, khususnya mahasiswa baru (maba), untuk berhati-hati dalam berkendara. Terlebih, karena lalu lintas kini lebih padat usai adanya maba dari berbagai daerah.

"Dengan datangnya mahasiswa baru dari berbagai daerah, lalu lintas memang lebih padat dari biasanya. Mahasiswa harus lebih hati-hati dalam berkendara," ucapnya.

"Mengurangi mobilitas jika memang tidak sangat penting, dan mematuhi peraturan lalu lintas dan keselamatan berkendara," lanjutnya.



(ams/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads