Warga di beberapa desa di Kecamatan Cawas, Klaten mengalami krisis air bersih. Penyebabnya pipa distribusi di Jembatan Cawas yang sedang dibangun jebol.
"Air mati sudah tiga hari ini. Penyebabnya pipa jebol, kemarin sudah disambung tapi putus lagi," ungkap Sabarno, warga Dukuh Nglengkong, Desa Nanggulan, Kecamatan Cawas, Kamis (13/8/2026) siang saat melihat di lokasi putusnya pipa.
Menurut Sabarno, sampai sejauh-jauhnya ini belum ada bantuan kepada warga di dukuhnya. Program Pamsimas juga tidak ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program Pamsimas juga tidak ada. Sumur lama juga sudah tidak dipakai sejak lama, sudah tidak bisa dipakai," katanya.
Untuk sementara, sambung Sabarno, dirinya bertahan sekeluarga dengan membeli air isi ulang. Harganya sekitar Rp 7.000 per galon.
"Ya beli galon isi ulang Rp 7.000, bagaimana lagi. Ya harapannya ada bantuan sementara," imbuhnya.
Wanti, warga Desa Bawak, Kecamatan Cawas yang posisinya persis di selatan Jembatan Cawas mengaku sudah dua hari air PDAM mati. Warga bertahan dengan meminta air tetangga.
"Sementara minta tetangga. Kebetulan masih banyak yang punya sumur lama," katanya kepada detikJateng.
Kepala Desa Bawak, Kecamatan Cawas, Ponidi menyatakan sampai sore ini air belum mengalir. Warga bingung untuk mandi dan masak.
"Warga bingung mau mandi, masak dan lain-lain. Sampai sore ini belum mengalir," ungkap Ponidi dihubungi ponselnya.
Sementara dari pantauan detikJateng, titik pipa PDAM yang putus ada di selatan proyek pembangunan Jembatan Cawas. Sudah ada pipa-pipa PVC tetapi tidak ada airnya.
Dimintai konfirmasi terpisah, Direktur Teknik PDAM Tirta Merapi Klaten, Sigit Setiawan Bimantoro menjelaskan gangguan aliran PDAM terjadi di wilayah Cawas, khususnya wilayah setelah Sungai Dengkeng. Penyebabnya karena galian proyek jembatan.
"Akibat dari galian proyek pembangunan Jembatan di Sungai Dengkeng, pipa distribusi pada Selasa (11/8) tengah malam bocor. Hari Rabu (12/8) telah dilakukan perbaikan namun belum sempurna. Hari ini akan kita lanjutkan perbaikan agar pelayanan air bersih dapat segera normal kembali, mohon maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanannya," jelas Sigit.
"Yang terdampak sekitar 2.000 pelanggan," imbuhnya.
