7 Siswa SMP Magelang Korban Keracunan MBG Masih Dirawat di RSUD

7 Siswa SMP Magelang Korban Keracunan MBG Masih Dirawat di RSUD

Eko Susanto - detikJateng
Kamis, 13 Agu 2026 13:22 WIB
Ilustrasi Kejadian Luar Biasa Keracunan Makanan Bergizi Gratis
Ilustrasi Kejadian Luar Biasa Keracunan Makanan Bergizi Gratis. Foto: Edi Wahyono
Magelang -

Tujuh siswa SMPN 3 Candimulyo Magelang masih menjalani rawat inap di RSUD Merah Putih karena diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Adapun dua siswa lainnya, yang sebelumnya juga opname di RSUD tersebut, sudah pulang sejak kemarin.

"Sampai hari ini, dari 9 orang yang masuk (opname), sudah 2 orang yang pulang," kata Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih, Drg Rurit Obyantoro dalam pesan tertulis kepada detikJateng, Kamis (13/8/2026).

Rurit mengatakan, tujuh siswa yang masih menjalani rawat inap kini kondisi kesehatannya sudah mulai membaik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah mulai membaik. Pusing sudah berkurang, tinggal nyeri perut yang masih ada, tapi sudah tidak seperti saat masuk (datang ke rumah sakit)," ujar dia.

Diketahui, sebanyak sembilan siswa SMPN 3 Candimulyo dilarikan kembali ke RSUD Merah Putih pada Selasa (11/8) lalu.

ADVERTISEMENT

Mereka sebelumnya sempat dibawa ke RSUD pada Jumat (7/8) lalu karena diduga keracunan MBG. Namun, saat itu mereka diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik. Beberapa hari kemudian, mereka mengalami gejala seperti keracunan lagi sehingga kembali dibawa ke RSUD.

Para siswa yang diopname itu dibesuk Bupati Magelang Grengseng Pamuji pada Selasa (11/8) malam. Pada Rabu (12/8) sore, dua siswa di antaranya telah diperbolehkan pulang.

Operasional SPPG Giyanti Disetop

Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa SMPN 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, diduga keracunan MBG pada Jumat (7/8). Terkait dengan kejadian tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giyanti di Desa Tempak, Kecamatan Tegalrejo, disetop sementara operasionalnya.

"Yang jelas ini SPPG besok Senin stop ops (operasional) sembari menunggu sampel hasil uji lab yang sudah dibawa ke Dinkes," kata Korwil SPPI Kabupaten Magelang, Nrangwesthi Widyaningrum dalam pesan singkatnya, Jumat (7/8/2026).

Sementara itu, Korcam SPPG Candimulyo, Divian Anugrah Cahya Pratama mengatakan, ia dihubungi Korwil untuk ke RSUD Merah Putih untuk menenangkan emosional dari beberapa orangtua terkait kejadian tersebut.

"Kalau datanya masih di-keep sama rumah sakit. Karena kalau mau minta data per namanya itu harus minta izin ke direktur rumah sakit," kata Divian kepada wartawan di RSUD Merah Putih Magelang saat itu.

"Kalau jumlah secara kasar saya dapat di 25 yang di sini. Puskemas tidak ada, semua sudah dapat rujukan langsung ke sini (RSUD)," ujarnya.

Perihal langkah antisipasi agar tidak terjadi kejadian serupa, kata dia, pihaknya masih menunggu keputusan dari pimpinannya.

"Tentu ada sanksi tegas dari atasan ini masih menunggu dari arahan pimpinan seperti apa. Saya harus membuat laporan juga untuk saya setorkan ke korwil saya. Dari korwil supaya bisa meng-up lagi ada tindakan tegas apa dari atasan seperti apa terkait dapurnya mau seperti apa itu kewenangan atasan," ujar dia.

Divian menjelaskan, SPPG Giyanti yang berada di Desa Tempak, menyediakan 1.800 porsi yang membawahi 23 sekolah dan posyandu. Kemudian menu hari ini sebelum adanya dugaan keracunan adalah nasi kebuli.

"Untuk menunya itu kalau yang beredar kan nasi kuning, itu bukan nasi kuning. Itu nasi kebuli," pungkasnya.

Pantauan detikJateng, sekitar pukul 21.00 WIB, korban terakhir yang dibawa menuju RSUD Merah Putih telah kembali. Maka, sudah semua korban dipulangkan.



(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads