Pemuda warga Dusun Berokan, Desa/Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Aldi Fernando (21), menjadi korban penganiayaan. Korban dihajar menggunakan knalpot hingga kepalanya bersimbah darah dan harus dirawat di rumah sakit.
Penganiayaan diduga dipicu masalah asmara. Perwakilan keluarga korban, Alrezal, mengatakan kejadian tersebut bermula saat Aldi berada di rumah temannya di wilayah Ngasem, Bandungan pada Kamis (7/8/2026) malam.
"Korban yang namanya Aldi Fernando ini kan lagi bermain di Desa Ngasem, Kecamatan Bandungan di rumah temannya, namanya Ucup," kata Rezal melalui sambungan telepon pada detikJateng, Rabu (12/8/2026).
Rezal menyebut korban lalu diajak ngopi oleh seseorang yang ia kenal. Korban lalu mengiyakan ajakan tersebut dan dijemput di rumah Ucup.
"Mendapatkan pesan dari WA atau melalui telepon, yang menghubungi Mas Aldi itu kan Steven atas perintah pelaku itu namanya Ulil. Katanya mau diajak ngopi di salah satu tempat Kafe Banaran Bawen," ujar Rezal.
"(Aldi) enggak tahu (Steven menghubungi atas perintah Ulil), cuma diajak ngopi, itu yang menghubungi itu kan melalui Steven. Terus ditanya di mana posisi, di rumah temene di Ngasem gitu to, terus dijemput," tambahnya.
Rezal mengungkapkan ajakan ngopi itu diduga hanyalah alasan agar korban mau dijemput.
"Mas Aldi itu kan percaya begitu saja bilang mau diajak ngopi disuruh naik mobil. Mobilnya itu kan mobil katering MBG Grand Max warna putih," tutur Rezal.
Rezal menuturkan Aldi bersama Ucup lalu masuk ke dalam mobil tersebut. Rupanya di dalam mobil itu sudah ada empat orang.
"Masuk itu sudah ada empat orang, ada Steven, namanya kurang paham semua, ada Ulil, ada sopir MBG juga ada. Korban masuk bersama Ucup, Ucup ikut menemani," ucap Rezal.
Mobil tersebut kemudian berjalan. Menurut Rezal, Ulil lalu melakukan penganiayaan menggunakan knalpot hingga kepala korban bocor dan bersimbah darah.
"Pintu mobil ditutup, langsung mulai dianiaya dengan berat itu pakai knalpot motor. Cuma satu orang itu yang (menganiaya) namanya Ulil itu," kata Rezal.
"Dipukul kepala, kepala kan langsung bocor itu kepala, kan bersembah darah. Tangan, kan si Aldi ini kan menghindar mau lindungi wajahnya pakai tangan, tangannya juga lebam, abuh (bengkak) tangan kanan kiri. Terus juga sekujur tubuhnya juga memar dan lebam," tambahnya.
Rezal mengatakan korban sempat diajak berputar-putar setelah dianiaya. Korban lalu diturunkan di sekitar kampungnya wilayah Berokan, Bawen.
"Setelah puas, korban kan diajak berputar-putar sekitar Bandungan, Bawen, dan Ambarawa sampai jam 04.00 WIB, Jumat tanggal 7 Agustus 2026. Setelah jam 04.00 WIB itu dikembalikan di kampung halamannya di Berokan. Dalam kondisi luka parah," ujar Rezal.
Rezal menuturkan penganiayaan itu diduga karena pelaku merasa cemburu pacarnya pernah diboncengkan oleh korban.
"Motifnya cemburu, informasi yang saya dapat itu kan pacarnya (pelaku) itu diboncengke (sama korban)," ungkap Rezal.
Tetangga korban yang melihat Aldi bersimbah darah lalu membawanya ke rumah sakit. Menurut Rezal, akibat kejadian itu kepala korban dijahit dan masih menjalani perawatan di rumah sakit hingga saat ini.
"Terus ada tetangga yang mengetahui kok seperti itu, terus dibawa ke rumah sakit paginya. (Dibawa ke) RSUD Ambarawa. Sampai sekarang masih di rumah sakit niki, dari Jumat pagi sampai sekarang ya belum pulang. Dijahit kepala tiga atau empat jahitan terus tangan, kedua tangan juga," ucap Rezal.
Rezal menyebut peristiwa ini telah dilaporkan ke Polda Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (11/8). Adapun pelapornya yaitu keluarga korban.
"Dilaporkan hari Selasa ke Polda Jawa Tengah. Saya cuma mendampingi, mengarahkan prosedur seperti apa-apa yang harus dibawa terus bukti-bukti, yang melaporkan orang tua kandung sama kang mas Fernando," jelas Rezal.
(apl/ams)