Gerak Senyap Komplotan Perampok Satroni SPBU di Wonosobo

Round-Up

Gerak Senyap Komplotan Perampok Satroni SPBU di Wonosobo

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 12 Agu 2026 05:01 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP perampokan di SPBU Selokromo di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Foto diunggah Senin (19/8/2026).
Polisi saat melakukan olah TKP perampokan di SPBU Selokromo di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Foto diunggah Senin (19/8/2026). Foto: dok. Polres Wonosobo
Solo -

SPBU Selokromo yang berlokasi di Kecamatan Leksono, Wonosobo, menjadi sasaran perampokan komplotan yang berjumlah 4 orang. Para perampok bergerak cepat dengan pegawai SPBU sempat disekap.

"Kami membenarkan telah terjadi dugaan pencurian dengan kekerasan di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, pada Minggu malam, 9 Agustus 2026 sekitar pukul 23.30 WIB," ucap Kasubsi Penmas Humas Polres Wonosobo, Aiptu Nanang Wibowo, Senin (10/8).

Sementara Manajer SPBU Selokromo, Sapto Yudi, menuturkan saat kejadian, para pelaku langsung menyasar kantor SPBU. Saat itu, yang berjaga ada dua petugas, dengan salah satunya satpam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Empat orang (pelaku), satu di mobil, tiga orang masuk ke kantor," kata Yudi saat dihubungi detikJateng, Selasa (11/8/2026).

ADVERTISEMENT

Yudi mengatakan, selama ini SPBU Selokromo buka 24 jam. Di lokasi tersebut juga terdapat rest area, tetapi jauh dari kantor sekitar 40-50 meter.

"Kalau area SPBU kan kita ada rest area kopi 24 jam. Otomatis di lingkungan kalau keramaian ada, Mas. Cuman kan posisi kopi ini dengan kantor kan lumayan ada jarak sekitar 40-50 meter, Mas," jelasnya.

Diduga Sudah Dipelajari

Yudi menduga, para pelaku sudah mempelajari SPBU. Menurutnya, perampokan berlangsung cepat.

"Mungkin sudah dipelajari ya, ada satu pengawas, satu security, operator (pompa bensin) lagi sibuk melayani. Nah, ini dimanfaatkan situasi itu karena cepat prosesnya, Mas," ungkapnya.

"Langsung kantor. Kan biasa kalau untuk kegiatan di kantor kan memang kita ada penjualan pelumas ya. Orang mengira karyawan itu lagi ada orang beli pelumas, Mas," lanjutnya.

Pegawai Dilakban-Dipukul hingga Pingsan

Tak hanya merampok, para terduga pelaku disebut Yudi sempat menyekap korbannya. Bahkan, salah satunya pingsan setelah dipukul benda diduga senjata api (senpi).

Yudi menjelaskan, saat itu kedua karyawannya diikat menggunakan kabel ties, serta mulut dan matanya dilakban.

Yudi mengatakan, kedua pegawainya disekap dengan posisi terikat dan terlakban di bagian mata dan mulut. Terduga pelaku juga menjaga dua karyawan sambil menodongkan senpi.

"Terus ditungguin sama pelaku juga, ditodongkan senjata. Ada pakai senjata api, ada senjata tajam juga, Mas. Kalau jumlahnya berapa, saya kurang paham karena yang bersangkutan juga masih dalam proses pemeriksaan,"

Usai merampok, Yudi menyebut, pelaku diduga memukul leher salah satu pegawainya menggunakan senpi hingga pingsan.

"Di proses penyekapan itu setelah ngambil uang mungkin mau keluar. Karena tertutup mata dan mulut itu sempat ditangani pakai mungkin senjata api atau apa, ditotol (dipukul) lehernya, terus pingsan, Mas," terangnya.

Saat ini korban masih dalam tahap pemulihan mental usai mengalami insiden tersebut. Terdapat luka gores juga di bagian bibir dan leher.

"Butuh waktu sih untuk istilahnya menstabilkan mentalnya terutama. Kalau luka secara fisik sih ada lecet bekas di leher sama di bibir," terangnya.

Kerugian Ratusan Juta

Yudi menerangkan, komplotan tersebut mengambil uang hingga DVR CCTV.

"Kerugian materi setoran penjualan BBM dan perangkat CCTV DVR dan hardisk. Kalau nilainya ratusan juta," katanya.

"Setelah pelaku kabur, ada satu teman operator yang ke kantor, 'kok mobil keluar dengan kecepatan tinggi'. Begitu masuk ruangan, kaget ternyata memang sudah dalam posisi dilakban, pakai kabel ties borgol itu," pungkasnya.



(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads