Komplotan perampok menyasar SPBU Selokromo di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, membawa kabur ratusan juta rupiah. Manager SPBU Selokromo, Sapto Yudi, menyebut komplotan pelaku berjumlah empat orang.
Yudi menerangkan, saat itu para pelaku mengendarai mobil langsung menuju kantor SPBU pada Minggu (9/8) pukul 23.30 WIB. Di kantor, terdapat dua petugas yang salah satunya adalah satpam.
"Empat orang (pelaku), satu di mobil, tiga orang masuk ke kantor," kata Yudi saat dihubungi detikJateng, Selasa (11/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yudi mengatakan, selama ini SPBU Selokromo buka 24 jam. Di lokasi tersebut juga terdapat rest area, tetapi jauh dari kantor sekitar 40-50 meter.
"Kalau area SPBU kan kita ada rest area kopi 24 jam. Otomatis di lingkungan kalau keramaian ada, Mas. Cuman kan posisi kopi ini dengan kantor kan lumayan ada jarak sekitar 40-50 meter, Mas," jelasnya.
Yudi menduga para pelaku telah mempelajari kondisi SPBU. Dia mengatakan, perampokan itu berlangsung cepat.
"Mungkin sudah dipelajari ya, ada satu pengawas, satu security, operator (pompa bensin) lagi sibuk melayani. Nah, ini dimanfaatkan situasi itu karena cepat prosesnya, Mas," ungkapnya.
"Langsung kantor. Kan biasa kalau untuk kegiatan di kantor kan memang kita ada penjualan pelumas ya. Orang mengira karyawan itu lagi ada orang beli pelumas, Mas," lanjutnya.
Kedua pegawai di kantor pun diikat menggunakan kabel ties, mata dan mulut mereka dilakban.
"Cuman di waktu yang cepat itu kan posisi pengawas sudah disekap, diborgol pakai kabel ties itu. Security juga, terus dilakban juga kan mulut, mata. Kalau yang security kaki yang di borgol kabel ties," terangnya.
Para perampok mengambil uang setoran penjualan BBM, DVR CCTV, dan hardisk. Usai beraksi para pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi.
"Kerugian materi setoran penjualan BBM dan perangkat CCTV DVR dan hardisk. Kalau nilainya ratusan juta," katanya.
"Setelah pelaku kabur, ada satu teman operator yang ke kantor, 'kok mobil keluar dengan kecepatan tinggi'. Begitu masuk ruangan, kaget ternyata memang sudah dalam posisi dilakban, pakai kabel ties borgol itu," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo dirampok hingga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Hingga kini kepolisian masih memburu pelaku.
Hal tersebut disampaikan Kasubsi Penmas Humas Polres Wonosobo, Aiptu Nanang Wibowo. Adapun dugaan perampokan itu terjadi pada Minggu (9/8) pukul 23.30 WIB.
"Kami membenarkan telah terjadi dugaan pencurian dengan kekerasan di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, pada Minggu malam, 9 Agustus 2026 sekitar pukul 23.30 WIB," kata Nanang kepada detikJateng melalui pesan singkat, Senin (10/8).
Nanang mengungkapkan saat itu korban dan saksi diduga mengalami ancaman hingga kekerasan. Namun, dia tidak menyebutkan berapa jumlah pelaku. Kemudian, pelaku mengambil uang milik SPBU dan barang milik Korban
"Dalam kejadian tersebut, korban dan saksi mengalami ancaman dan tindakan kekerasan. Pelaku kemudian mengambil sejumlah uang milik SPBU serta barang pribadi korban," terangnya.
Dari insiden tersebut, SPBU mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Kerugian sementara pihak SPBU diperkirakan mencapai ratusan juta. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa," sebut Nanang.
Hingga kini kepolisian melakukan rangkaian penyelidikan untuk mengungkap dan menangkap pelaku.
"Saat ini Polres Wonosobo melalui Polsek Leksono dan Satreskrim masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dan menangkap pelaku. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan apabila memiliki informasi terkait kejadian ini, segera sampaikan kepada pihak kepolisian," pungkasnya.
