Kebakaran gudang limbah non-B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes, akhirnya padam setelah empat hari dilalap api. Gudang itu terbakar sejak Sabtu pekan lalu dan baru padam pada hari ini.
Kabid Linmas dan Damkar Satpol PP Brebes, Rafiudin Musa, mengatakan kebakaran itu bisa dipadamkan pada Selasa (11/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Pemadaman dilakukan selama 4 hari berturut-turut sejak Sabtu (8/8) siang.
Meski telah padam, sejumlah titik di lokasi masih mengeluarkan asap hitam. Armada damkar masih berada di lokasi untuk menyemprotkan air ke titik panas agar api tidak menyala lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi jam 10.00 WIB api sudah padam. Tapi masih ada asap hitam di beberapa lokasi dan masih terus didinginkan," ujar Rafiudin kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Proses pendinginan diperkirakan memakan waktu sekitar 4 jam. Dia berharap, suplai air lancar agar proses pendinginan tidak terputus.
"Kalau air lancar bisa memakan waktu 4 jam pendinginan, untuk memastikan api tidak menyala kembali," kata dia.
Rafiudin menambahkan, proses pemadaman berakhir hari ini. "Kami pastikan dulu kondisi api sudah padam. Baru petugas akan ditarik," pungkas dia.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran ini terjadi sejak Sabtu (8/8) sekitar pukul 13.00 WIB. Kapolsek Larangan, Kompol Suryantono, mengatakan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
"Untuk penyebabnya belum pasti. Yang terbakar gudang penyimpanan bahan baku limbah non-B3," ujar Kompol Suryantono saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (8/8).
Suryantono saat itu menerangkan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena material merupakan limbah yang mudah terbakar. Material tersebut antara lain berupa karet, bahan outsol sepatu, serta plastik.
"Apinya besar, sedangkan bahan yang terbakar berupa limbah non-B3 yang mudah terbakar, seperti karet, outsol sepatu, dan plastik. Sehingga mudah terbakar dan sulit dipadamkan," jelasnya.
Suryantono berujar, lokasi yang terbakar bukan merupakan pabrik yang sudah beroperasi, melainkan gudang penyimpanan limbah non-B3. Sampai saat ini, lokasi tersebut masih dalam tahap pembangunan dan belum melakukan kegiatan produksi.
"Ini sebenarnya belum pabrik karena masih gudang, gudang penyimpanan limbah non-B3. Belum ada produksi," ungkapnya.
