Kawasan Hutan Bukit Banowati Pemalang Terbakar, Masih Ada Titik Api

Kawasan Hutan Bukit Banowati Pemalang Terbakar, Masih Ada Titik Api

Robby Bernardi - detikJateng
Senin, 10 Agu 2026 23:04 WIB
Kebakaran Bukit Banowati
Kebakaran Bukit Banowati. Foto: Dok Kades Irman
Pemalang -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Bukit Banowati, Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, sejak sore. Kebakaran disebut sudah mereda, namun petugas masih berjaga untuk memantau perkembangan situasi.

Camat Watukumpul, Arif Rahman Hakim, melalui sambungan teleponya mengatakan, kebakaran terjadi di wilayah RPH Bongas, BKPH Randudongkal, KPH Pekalongan Timur, petak 68D1, Desa Jojogan.

"Kebakaran hutan dan lahan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Lokasinya di RPH Bongas, BKPH Randudongkal, KPH Pekalongan Timur, petak 68D1, Desa Jojogan," kata Arif, Senin (10/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kebakaran diduga dipicu kondisi hutan dan lahan yang kering. Medan lokasi kebakaran juga cukup sulit dijangkau karena berada di kawasan perbukitan.

Kepala Desa Jojogan, Irman Faozi mengungkapkan, kebakaran di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut kebakaran hampir selalu terjadi setiap tahun, terutama saat memasuki musim kemarau. Bahkan, di kemarau kali ini, sudah dua kali terjadi.

ADVERTISEMENT

Ia turut mengirim foto kondisi terkini Bukit Banowati. Dari foto yang dikirim, nampak masih ada titik api dari kejauhan.

"Tiap tahun memang seperti itu. Ada yang usil. Iya, disengaja itu, tapi memang tidak bisa tahu orangnya siapa. Sudah dua kali ini," ujar Irman saat dihubungi.

Irman menduga ada yang sengaja membakar lahan untuk mempermudah pembukaan lahan oleh petani. Sebab, setelah kawasan terbakar, lahan dinilai lebih mudah untuk digarap.

"Kalau sudah kebakar, garapnya kan enak digarap oleh petani. Jadi itu memang tiap tahun. Bisa diprediksi kalau sudah seperti itu, besok pasti buka lahan, pasti kebakar," katanya.

Ia menegaskan, pemerintah desa sebelumnya telah berulang kali mengimbau agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Irman juga mengkhawatirkan dampak kebakaran terhadap sumber mata air di kawasan tersebut. Menurutnya, kawasan Bukit Banowati sebelumnya memiliki sumber mata air yang cukup baik, namun kini kondisinya memburuk setelah vegetasi di sekitar lokasi terus terbakar.

"Dulu mata airnya bagus banget. Kita sudah menanami pohon beringin, pohon yang bisa melindungi sumber mata air itu, hilang oleh tangan-tangan manusia yang tidak bisa jaga," ujarnya.

Untuk mendorong pengungkapan pelaku, Pemerintah Desa Jojogan bahkan menyiapkan sayembara. Warga yang berhasil menemukan pelaku pembakaran akan diberikan hadiah uang Rp 5 juta.

"Barang siapa yang menemukan orang yang sengaja membakar, kita sudah siapkan hadiah uang Rp 5 juta," kata Irman.

Menurut Irman, lokasi kebakaran cukup jauh dari permukiman. Dari desa, warga harus berjalan kaki sekitar dua jam untuk mencapai lokasi. Kendaraan roda dua pun tidak dapat mencapai titik kebakaran karena medan yang sulit dan berbukit.

"Kita gotong royong memadamkan agar tidak merambah ke kahan-lahan pribadi warga. Medannya memang sangat susah. Daripada ada korban nantinya, apinya juga nanti mati sendiri. Kita potong (lokalisir) api kalau merembet ke kebun-kebun milik warga," jelasnya.

Ia bersyukur kondisi angin Senin malam ini, relatif tenang sehingga api tidak cepat meluas. Warga juga memprioritaskan agar api tidak merembet ke lahan milik masyarakat.

"Untung saja (malam ini) tidak ada angin. Kalau ada, ya habis. Ini sudah dua kali, Minggu kemarin sudah, ini terbakar lagi," ujarnya.

Terpisah, Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengatakan personel telah berada di sekitar lokasi bersama petugas Perhutani, Kecamatan, pihak desa dan dan para petani penyadap karet. Mereka melakukan sejumlah upaya untuk melokalisir kobaran api agar tidak semakin meluas.

"Anggota berada di dekat lokasi bersama personel Perhutani dan petani penyadap karet, sudah melakukan upaya-upaya lokalisir dan api juga sudah mulai berkurang atau mengecil," kata Rendy.

Menurutnya, medan di lokasi kebakaran berupa tebing-tebing sehingga menyulitkan proses penanganan. Adapun vegetasi yang terbakar didominasi semak-semak kering.

"Sementara lokasi yang terbakar kondisinya medan tebing-tebing dan yang terbakar adalah semak-semak kering," jelasnya.

Hingga Senin malam, dikatakan Rendy, kondisi api dilaporkan mulai mereda. Unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, Perhutani, serta warga masih berjaga memantau perkembangan di lokasi.



(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads