Viral di media acara hajatan berubah ricuh saat grup musik memainkan lagu. Bahkan, seorang warga sempat melemparkan kursi ke pemain drum.
Video tersebut diunggah oleh akun @icws_infocegatanwilayahsragen. Dalam unggahannya tersebut memperlihatkan sejumlah warga yang berjoget di acara hajatan, namun tiba-tiba melempar kursi ke salah satu pemain band dan cekcok dengan pembawa acara.
"Viral!! Hajatan di Sragen Ricuh, Penonton Serang MC dan Lempar Kursi ke Pemain Musik," tulis akun tersebut seperti dikutip detikJateng, Senin (10/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Ngrampal, Iptu Tri Ediyanto, mengatakan kejadian tersebut terjadi di Desa Klandungan, Ngrampal, Sragen, pada Minggu (9/8) dini hari.
Ia menuturkan kejadian tersebut di sebuah acara hajatan pernikahan warga. Menurutnya, keributan dipicu oleh salah satu oknum warga yang tidak terima saat acara harus berakhir.
"Kronologinya ya awalnya aman-aman saja. Ketika jam satu selesai, ada salah satu oknum pengunjung itu minta selesainya jam setengah dua," kata Tri dihubungi detikJateng, Senin (10/8/2026).
Tri melanjutkan, meski sempat diberikan tambahan waktu dengan memainkan beberapa lagu, oknum tersebut tetap emosi saat musik benar-benar dihentikan. Hal inilah yang memicu aksi pelemparan kursi.
"Dua lagu terakhir aman, satu lagu terakhir itu malah dia nggak mau kalau selesai. Akhirnya lempar kursi itu. Tapi tidak mengenai orang, jatuhnya di depannya saja (pemain drum). Tidak ada yang luka sama sekali," tegasnya.
Terkait narasi yang beredar bahwa pembawa acara dipukuli secara massal, Tri membantah hal tersebut. Ia menyebut petugas kepolisian yang berjaga bersama warga langsung bergerak cepat mengamankan situasi.
"Langsung diamankan, nggak ada yang mukulin. Langsung diamankan anggota Polsek dipisahkan supaya terhindar dari keributan. Tidak ada pengeroyokan, cuma
tarik-tarikan biasa saat diamankan," imbuh Tri.
Usai kejadian tersebut, kedua belah pihak langsung dipertemukan untuk mediasi. Tri memastikan persoalan tersebut sudah selesai secara kekeluargaan pada malam itu juga tanpa ada laporan polisi.
"Malam itu juga sudah langsung klarifikasi semuanya, tidak ada yang mempermasalahkan. Sampai saat ini juga tidak ada laporan pengaduan. Aman, sudah selesai dan damai," jelasnya.
Bahkan, Tri menyebutkan rangkaian acara hajatan di lokasi tersebut tetap berlanjut pada pagi harinya dengan situasi yang kondusif.
"Paginya acara berjalan lagi dengan lancar. MC-nya masih sama, grup musiknya juga sama, semua berjalan normal," terangnya.
Dirinya menyebut bahwa aksi keributan itu juga dipicu oleh minuman keras (miras). Perselisihan itu, juga sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Mereka menyadari kesalahannya dan meminta maaf karena khilaf di bawah pengaruh miras. Semua sudah diselesaikan secara.kekeluargaan dan situasi aman terkendali," pungkasnya.
