Sungai Babon di Plamongansari Semarang Tercemar Lagi, DLH Colek Pemkab Demak

Sungai Babon di Plamongansari Semarang Tercemar Lagi, DLH Colek Pemkab Demak

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Senin, 10 Agu 2026 15:59 WIB
Kondisi Sungai Babon di Plamongansari, Pedurungan, Kota Semarang diduga tercemar limbah lagi, Senin (10/8/2026).
Kondisi Sungai Babon di Plamongansari, Pedurungan, Kota Semarang diduga tercemar limbah lagi, Senin (10/8/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Sungai Babon di Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, kembali tercemar limbah. Selain berbau dan keruh, dikatakan air sungai juga bikin gatal.

Pantauan detikJateng di lokasi pada Senin (10/8/2026), tampak aliran Sungai Babon tidak begitu deras. Terlihat beberapa area sungai berwarna hitam, sedangkan lainnya berwarna hijau pekat.

Bau amis tipis tercium jika berada di pinggir kali itu. Tampak pula beberapa gumpalan hitam yang mengambang di sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasi Pembangunan Kelurahan Plamongansari, Christiani, mengatakan pihaknya mendapatkan laporan kedua kalinya dari warga soal pencemaran sungai pada Rabu (5/8) lalu. Adapun kali tersebut diketahui pertama kali tercemar pada Jumat (17/7).

ADVERTISEMENT

"Ini laporan kedua," kata Christiani saat ditemui di Sungai Babon, sore ini.

Dia menerangkan kondisi air pada Rabu (5/8) lalu berwarna hitam. Tercium juga bau amis yang pekat.

"Hitam dan berbau. Ada bau amisnya," ucapnya.

Menurutnya, kondisi Sungai Babon hari ini relatif lebih baik dibandingkan pekan lalu. Dia menyebut tampak ada beberapa residu limbah.

"Mungkin ini sudah ada air ngalir jadi agak lumayan. Nggak begitu hitam, cuma ini isinya agak keruh banget," jelasnya.

Pihak kelurahan juga telah melapor ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang terkait temuan kedua itu. Sampel air pun telah diambil.

"Ada laporan (dari warga), terus kita laporan ke DLH," ungkapnya.

Kondisi Sungai Babon di Plamongansari, Pedurungan, Kota Semarang diduga tercemar limbah lagi, Senin (10/8/2026).Kondisi Sungai Babon di Plamongansari, Pedurungan, Kota Semarang diduga tercemar limbah lagi, Senin (10/8/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng

Dia menduga limbah yang membuat air sungai tercemar berasal dari tempat pemotongan ayam di Mranggen, Demak. Ada juga dugaan limbah berasal dari salah satu pabrik tahu di Mranggen.

"Itu kan dari Demak toh. Makanya kita kemarin sudah koordinasi sama pihak Demak, dan memang ternyata itu dari pemotongan ayam daerah Demak juga," ungkapnya.

"Ini kok baru aja saya dengar tadi dari tahu. Coba besok saya tak ke lapangan, ya," imbuhnya.

Warga sekitar, Kalmadi (60), mengatakan pencemaran Sungai Babon telah berlangsung sekitar sebulan. Selain bau, air tersebut juga bikin gatal.

"Merasa bau. Dipakai gatal. Airnya dipakai buat batu bata," kata Kalmadi ditemui di dekat Sungai Babon.

Kalmadi biasanya mandi di kali usai membuat batu bata. Namun, sebulan terakhir ini dia tak mau membasuh tubuhnya di sungai tersebut.

"Biasanya saya mandi di sungai. Sekarang nggak berani. Warnanya itu hitam. Pas dipakai baunya nggak enak, amis," terangnya.

Koordinasi Via DLH Jateng

Terpisah, Kepala Bidang Pengawasan Dan Pemberdayaan Lingkungan DLH Kota Semarang, Wahyu Heryawan, membenarkan pihaknya telah mengambil sampel air usai laporan kedua.

"Aku udah ambil juga yang minggu kemarin, yang kedua. Cuma hasilnya belum keluar," kata Wahyu saat dihubungi detikJateng hari ini.

Wahyu menerangkan pihaknya juga telah bersurat ke DLH Jateng. Sebab, permasalahan itu melibatkan dua wilayah.

"Kita sudah sudah bersurat kepada DLH provinsi, Mas. Karena kan itu kan lintas daerah, itu menjadi kewenangannya DLH provinsi," terangnya.

"Kemarin kita juga sudah komunikasi juga sama DLH provinsi untuk, 'Pak, nuwun tulung (minta tolong) saya untuk di-pushkan ke DLH Demak," pungkasnya.



(ams/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads