Rico Putra Roberto Syah (23) viral di media sosial usai memberikan mahar alat berat dan sejumlah kendaraan dengan total nilai miliaran rupiah untuk menikahi Laella Nur Fadhilah (20). Pria asal Karangerjo, Kecamatan/Kabupaten Grobogan, itu merintis bisnis persewaan alat berat setelah lulus SMA.
"Dari 2022, lulus SMA itu selang setahun itu terus saya main alat berat," kata Rico saat ditemui detikJateng di rumah orang tua Laella, Dusun Larangan, Ketro, Karangrayung, Grobogan, Senin (10/8/2026).
Saat mengawali usahanya, Rico tidak langsung membeli alat berat untuk disewakan. Ia sempat menjadi makelar alat berat milik temannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pinjem punya temen tak rentalke dapat untung sehari ya Rp 200-250 (ribu) kayak gitu. Terus dari situ lama-kelamaan saya punya pikiran buat beli sendiri," ujar Rico.
Rico kemudian dimodali orang tuanya yang merupakan kontraktor untuk membeli alat berat. Usahanya terus berkembang hingga ia bisa membeli alat berat lagi.
"Ditawarin pengin kerja di mana atau pengin jadi apa tak modali kayak gitu (kata orang tua). Terus modale saya minta buat beli alat berat itu 2023. 2024 itu sudah bisa beli lagi satu, selang setahun setengah lah kurang lebih, 2024 bulan September itu," ungkap Rico.
Rico mendapatkan untung berkali-kali lipat saat sudah punya alat berat sendiri. Ia menyewakan alat berat hingga ke luar Grobogan.
"Kalau (keuntungan bersih ya itu satu Rp 1 juta per hari satu alat berat. (Disewakan) kadang perorangan, proyek, rata-rata seringnya perorangan," tutur Rico.
"Buat gali talud, gali apa, buat kolam kayak gitu. Sampai luar kota juga, (misalnya) Blora. Yang satu ini juga lagi di Kendal, sudah dua bulan belum pulang ini," imbuhnya.
Saat hendak menikahi Laella, Rico merasa jika mahar berupa mobil sudah biasa. Ia kemudian berpikir untuk memberikan mahar alat berat ekskavator kepada istrinya.
"Seperti yang kita tahu ya, kalau mobil itu kan sudah biasa ya. Makanya saya mencoba sesuatu yang belum ada lah (memberi mahar ekskavator)," ucap Rico.
"Terus kan usaha saya juga di bidang-bidang itu alat berat sewa, rental kayak gitu, makanya sekalian buat mahar," tambahnya.
Bagi Rico, pemberian mahar bak sultan itu salah satunya merupakan tanda bahwa ia siap menafkahi sang istri. Nantinya, alat berat yang dijadikan mahar juga akan disewakan.
"Mahar ini sebagai simbol menghargai dan mampu menghidupinya, sebagai tanda rasa kasih sayang," kata Rico.
"Ekskavator itu disewakan, pendapatan itu buat istri nanti," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, video pernikahan Rico dan Laella dengan mahar mewah satu unit ekskavator serta empat unit kendaraan lain viral di media sosial. Rico mengaku kaget dan tak menyangka.
"Terus terang kaget pertama. Awalnya enggak nyangka kalau viral sampai kayak gini," ujar Rico.
Pernikahan bak sultan itu diselenggarakan pada Sabtu (8/8/2026). Rico menyebut mahar yang diberikan berupa satu unit alat berat jenis ekskavator, dua mobil pribadi, serta dua sepeda motor dengan total nilai miliaran rupiah.
"Kalau alat berat sama mobil dan motor ini sekitar Rp 1,5 (miliar) sama yang lain-lain total Rp 2 (miliar)," kata Rico.
"(Maharnya ada) satu unit ekskavator, satu unit GWM Tank, satu unit Honda Brio, satu unit Yamaha YZ sama Vespa Primavera. Uang tunai kemarin dua juta sekian sesuai tanggal pernikahan," ujar Rico.
Rico mengungkapkan ekskavator yang ia beli memiliki harga kisaran Rp 400 juta. Sementara untuk dua mobil, harganya jika ditotal sekitar Rp 1 miliar.
"Ekskavator XE60GA harganya sekitar Rp 400 an (juta). GWM sekitar Rp 700-800 (juta), terus Honda Brionya kemarin Rp 220 (juta)," ujar Rico.
Ada pula dua unit sepeda motor yang turut dijadikan mahar berjenis motor off-road serta skuter matik. Jika ditotal, hanya lebih dari Rp 170 juta.
"(Sepeda motor) Yamaha YZ itu Rp 108 (juta) kemarin. Vespanya Rp 65 (juta), vespa matik Primavera," tambahnya.
Saat detikJateng datang, mahar alat berat dan kendaraan diparkirkan di halaman sisi timur rumah mempelai wanita. Pelat nomor polisi yang terpasang di mobil GWM bertuliskan K 121 CO dan mobil Brio bertuliskan K 333 LA.
"Itu bukan pelat asli, simbolis saja. GWM biar seperti terbaca Rico dan Brio seperti terbaca Ela," ungkap Rico.
