Belakangan ini, beredar informasi di media sosial yang menyatakan bahwa kucing lebih senang dengan perempuan dan hanya mendekati pria untuk meminta makan saja. Hal ini sontak memancing berbagai reaksi dari warganet, mulai dari yang menganggapnya lucu hingga merasa penasaran dengan kebenaran di balik klaim tersebut.
Beberapa warganet membagikan pengalaman pribadi mereka yang menunjukkan bahwa kucing peliharaan di rumah tampak lebih manja kepada anggota keluarga perempuan. Fenomena ini kemudian berkembang menjadi pembicaraan yang lebih luas di media sosial, seolah-olah kucing memiliki preferensi gender tertentu dalam berinteraksi dengan manusia.
Meski begitu, perilaku kucing sebenarnya jauh lebih kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Lantas, benarkah klaim yang menyatakan bahwa kucing hanya mendekati pria untuk minta makan saja? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kucing Mengenali Pola Interaksi, Bukan Gender Seseorang
Dikutip dari jurnal 'Analisis Perilaku Harian Kucing (Felis silvestris catus) di Lingkungan Sekitar Rumah' oleh Rendi Gustaf, dkk, kucing merupakan hewan karnivora yang telah berinteraksi dengan manusia lebih dari 9500 tahun lamanya. Interaksi dengan manusia menjadi salah satu bentuk perilaku keseharian kucing selain makan, tidur, dan bermain.
Dalam penelitian tersebut juga dijelaskan bahwa pola aktivitas kucing yang terus berulang dipengaruhi oleh lingkungan serta interaksi dengan manusia di sekitarnya. Kucing tidak menunjukkan kemampuan untuk membedakan manusia berdasarkan gender, melainkan merespons stimulus yang mereka alami secara langsung.
Salah satu perilaku kucing yang berkaitan dengan isu yang berkembang adalah perilaku etepimeletic. Perilaku kucing yang satu ini menunjukkan pola ketertarikan atau ketergantungan pada individu yang memberinya makanan serta perawatan. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan kucing dengan manusia terbentuk berdasarkan pola interaksi yang selama ini terjadi, bukan karena perbedaan antara lelaki dan perempuan.
Aroma Serta Suara Manusia Bagi Kucing
Selain memiliki perilaku etepimeletic, dalam jurnal 'Karakteristik Kucing Domestik' oleh Rosdiana Ngitung juga disebutkan bahwa kucing memiliki perilaku investigative. Perilaku ini menunjukkan perilaku kucing dalam mengamati dan mengenali lingkungan melalui indera penciumannya yang tajam. Kucing seringkali menggunakan kemampuannya ini untuk mengidentifikasi objek, termasuk individu di sekitarnya.
Berdasarkan hal ini, suara, gerakan, maupun aroma tubuh manusia merupakan stimulus yang membangun kedekatan antara kucing dengan manusia, terutama pemiliknya. Kucing cenderung mengasosiasikan individu yang memberi mereka makan dan perawatan sebagai sosok yang aman serta nyaman bagi mereka. Itulah sebabnya kucing senang mendekati lelaki maupun perempuan yang sering memberinya makanan.
Demikian penjelasan tentang klaim yang menyatakan bahwa kucing hanya mendekati lelaki untuk meminta makan. Pada dasarnya, perilaku kucing tersebut berlaku untuk semua manusia tanpa terhalang gender. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
