10 Tips Memandikan Kucing yang Galak Agar Tidak Dicakar, Kamu Harus Tahu!

10 Tips Memandikan Kucing yang Galak Agar Tidak Dicakar, Kamu Harus Tahu!

Sri Wahyuni Oktafia - detikJateng
Senin, 18 Mei 2026 11:46 WIB
Ilustrasi Memandikan Kucing Galak
Ilustrasi Memandikan Kucing Galak (Foto: Piotr Musiol/Unsplash)
Solo -

Kucing dikenal sebagai hewan yang sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Mereka terbiasa menjilati bulu untuk membersihkan diri sehingga banyak orang mengira kucing tidak perlu dimandikan. Padahal, sebagai pemilik yang baik, detikers tetap perlu memandikan kucing secara rutin agar kebersihan dan kesehatannya terjaga.

Dikutip dari majalah Cat & Dog Edisi 1 oleh Media Komunikasi Penyayang Kucing & Anjing, kucing sebaiknya dimandikan minimal dua minggu sekali, terutama untuk anabul yang aktif bermain di luar rumah atau memiliki bulu panjang. Memandikan kucing secara rutin dapat membantu menjaga kebersihan bulu, mengurangi bau, serta mencegah masalah kulit dan kutu.

Sayangnya, tidak semua kucing mudah diajak mandi. Sebagian kucing justru menjadi lebih agresif, takut, dan mudah marah ketika tubuhnya terkena air. Tidak sedikit pula pemilik yang akhirnya terkena cakaran atau gigitan karena kucing berusaha memberontak dan kabur saat dimandikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh sebab itu, penting bagi detikers untuk mengetahui cara memandikan kucing yang galak dengan aman dan benar agar proses mandi menjadi lebih nyaman, baik bagi kucing maupun pemiliknya. Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan? Yuk, pelajari 10 tips memandikan kucing galak di bawah ini!

ADVERTISEMENT

Kenapa Kucing Bisa Marah Saat Dimandikan?

Banyak pemilik kucing mengeluhkan hewan peliharaannya menjadi agresif, marah, bahkan mencakar saat dimandikan. Padahal, sebelumnya kucing tampak tenang dan manja ketika diajak bermain atau digendong. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi pada kucing.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan kucing menjadi marah saat dimandikan. Salah satunya karena kucing pada dasarnya tidak terbiasa dengan air dalam jumlah banyak. Ketika tubuhnya terkena air secara tiba-tiba, kucing bisa merasa takut dan tidak nyaman sehingga memicu reaksi untuk melindungi dirinya sendiri.

Selain itu, dikutip dari dan majalah Cat & Dog Edisi 23 oleh Media Komunikasi Penyayang Kucing & Anjing, kucing juga dapat mengalami stres saat dimandikan. Suara air, sensasi basah pada bulu, hingga kondisi licin di kamar mandi dapat membuatnya merasa terancam. Karena merasa panik, kucing biasanya akan berusaha melarikan diri dengan cara memberontak, menggigit, atau mencakar pemiliknya.

Faktor lain yang membuat kucing mudah marah saat mandi adalah pengalaman buruk sebelumnya. Jika pernah dimandikan dengan kasar, terkena air terlalu dingin atau panas, maupun dipaksa terlalu lama berada di air, kucing dapat mengingat pengalaman tersebut dan menjadi trauma ketika hendak dimandikan kembali.

Tak hanya itu, beberapa jenis kucing memang memiliki karakter yang lebih sensitif dan mudah stres dibanding lainnya. Kucing yang jarang dimandikan juga cenderung lebih sulit tenang karena belum terbiasa dengan proses mandi.

Cara Memandikan Kucing Dengan Benar

Dirangkum dari buku Panduan Memelihara Kucing Persia oleh Bayu R. Susetyo, berikut cara memandikan kucing dengan benar:

  • Langkah 1: Masukkan air hangat ke dalam bak dengan kedalaman 10-15 cm atau sekitar ΒΎ bak.
  • Langkah 2: Masukkan kucing ke dalam bak dan siram air menggunakan gayung dari bahu atau tengkuk ke seluruh tubuh hingga merata. Usahakan muka dan telinga kucing tidak sampai tersiram air, kecuali memang ingin membersihkannya. Namun, membersihkan telinga dan muka kucing harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai ada air yang masuk ke telinga, mata, serta hidung mereka.
  • Langkah 3: Usapkan sampo ke tengkuk kucing dan ratakan ke seluruh tubuhnya. Hindari busa sampo mengenai mata dan telinga kucing. Sembari meratakan sampo, lakukan pemijatan dan penggosokan ke seluruh bagian tubuh kucing secara perlahan-lahan.
  • Langkah 4: Sikat bulu kucing yang penuh dengan busa sampo menggunakan sikat karet khusus agar sampo mengenai dasar kulitnya.
  • Langkah 5: Bilas menggunakan air hingga bersih dan tidak ada lagi cairan atau busa sampo yang menempel di bulu. Jika dirasa masih kurang bersih, detikers bisa memberikan sampo lagi dengan cara yang sama atau bisa dibilas dengan kondisioner kucing, kemudian bilas hingga benar-benar bersih.
  • Langkah 6: Bersihkan kepala dan wajah kucing dengan cara mengusapnya dengan tangan yang dibasahi air hangat hingga bersih.
  • Langkah 7: Angkat kucing dari dalam bak, lalu selimuti dan keringkan dengan handuk lembut.
  • Langkah 8: Tempatkan kucing di kandang jemur selama beberapa menit, lalu keringkan bulunya menggunakan blower atau hairdryer dengan jarak tidak terlalu dekat sambil menyisirnya hingga kering. Pastikan permukaan kulit kucing juga kering.

10 Tips Memandikan Kucing yang Galak Agar Tidak Dicakar

Apabila kucing yang detikers miliki cenderung galak dan suka mencakar saat dimandikan, maka proses memandikannya tidak bisa dilakukan seperti kucing biasa. detikers perlu melakukan beberapa tips ini untuk memandikan kucing yang galak.

Diringkas dari buku Panduan Memelihara Kucing Persia oleh Bayu R. Susetyo, Serba-Serbi Merawat Kucing oleh Tim Kreatif Media, Berbisnis Pembibitan Kucing oleh Sulaiman dan Tim Redaksi Cemerlang, serta majalah Cat & Dog Edisi 23 oleh Media Komunikasi Penyayang Kucing & Anjing, berikut beberapa tips memandikan kucing yang galak agar tidak dicakar.

1. Pilih Waktu Mandi Kucing yang Tepat

Sebelum memandikan kucing, pastikan terlebih dahulu kondisi suasana hatinya sedang baik atau good mood. Kucing yang sedang stres, takut, atau marah cenderung lebih mudah memberontak dan mencakar saat dimandikan. Agar lebih rileks, detikers bisa mengajak kucing bermain atau memberinya makan terlebih dahulu sebelum mandi. Cara ini dapat membantu membuat tubuh dan emosinya lebih tenang.

Kucing yang sedang nyaman biasanya akan terlihat santai, badannya merendah, dan mengeluarkan suara mengeong lembut. Sebaliknya, jika bulunya berdiri, punggung melengkung, serta suaranya lebih nyaring atau mendesis, sebaiknya tunda dulu proses mandi.

2. Potong Kuku Kucing Sebelum Mandi

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko terluka saat memandikan kucing galak adalah memotong kukunya terlebih dahulu. Meski tidak sepenuhnya mencegah kucing mencakar, kuku yang pendek dapat meminimalkan luka pada tangan maupun bagian tubuh lainnya.

Sebaiknya, lakukan pemotongan kuku beberapa jam sebelum mandi atau saat kucing sedang santai agar ia tidak semakin stres. Gunakan gunting kuku khusus hewan dan hindari memotong terlalu dalam karena dapat melukai pembuluh darah di kuku kucing.

3. Perlakukan Kucing dengan Lembut

Kucing adalah hewan yang sensitif terhadap perlakuan manusia. Jika pemilik terlihat panik, kasar, atau terburu-buru, kucing biasanya akan ikut merasa takut dan akhirnya memberontak. Oleh sebab itu, cobalah memperlakukan kucing dengan lembut selama proses mandi. Belai tubuhnya perlahan dan ajak berbicara menggunakan nada suara yang tenang agar ia merasa aman.

Hindari langsung mengguyur tubuh kucing dengan air dalam jumlah banyak karena hal itu dapat membuatnya kaget. Basahi tubuhnya sedikit demi sedikit sambil terus menenangkan kucing agar ia lebih mudah beradaptasi dengan situasi mandi.

4. Hindari Bertatapan dengan Kucing

Sebagian kucing menganggap tatapan mata langsung sebagai bentuk ancaman, terlebih ketika mereka sedang merasa takut atau tertekan. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari menatap mata kucing terlalu lama saat memandikannya.

Posisikan tubuh kucing agar tidak langsung menghadap wajah detikers. Cara ini juga dapat membantu mengurangi risiko wajah terkena cakaran apabila kucing tiba-tiba panik. Selain itu, usahakan memegang tubuh kucing dengan stabil namun tidak terlalu kuat agar ia tidak merasa terpojok atau terancam.

5. Gunakan Kandang Kecil untuk Memandikan Kucing

Jika kucing memiliki sifat sangat agresif, penggunaan kandang kecil bisa menjadi solusi untuk mempermudah proses mandi. Kandang dapat membantu membatasi gerakan kucing sehingga ia tidak mudah melompat, kabur, atau menyerang pemilik.

Biasanya kandang berbahan aluminium atau besi lebih disarankan karena tahan air dan mudah dibersihkan. detikers bisa menyiram tubuh kucing secara perlahan melalui sela-sela kandang sambil tetap memperhatikan kenyamanannya. Meski begitu, jangan terlalu lama membiarkan kucing berada di dalam kandang saat mandi karena bisa membuatnya semakin stres.

6. Gunakan Tali Pengikat Kaki Kucing

Beberapa pemilik kucing juga menggunakan tali pengikat khusus untuk membantu mengontrol gerakan kaki kucing saat mandi. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko cakaran ketika kucing tiba-tiba panik.

Namun, penggunaan tali harus dilakukan dengan hati-hati. Pastikan ikatan tidak terlalu kencang agar tidak menyakiti kaki kucing atau menghambat peredaran darahnya. Jika kucing terlihat semakin stres atau kesulitan bergerak, sebaiknya segera longgarkan atau lepaskan pengikat tersebut.

7. Biasakan Kucing Mandi Sejak Kecil

Kucing yang sudah terbiasa mandi sejak kecil umumnya akan lebih mudah dikendalikan ketika dewasa. Mereka cenderung tidak terlalu takut terhadap air maupun proses mandi karena sudah mengenalnya sejak lama. Sebaliknya, kucing yang baru dimandikan saat dewasa biasanya membutuhkan proses adaptasi lebih lama. Oleh sebab itu, penting untuk mulai mengenalkan air secara perlahan sejak usia kecil.

8. Gunakan Pengharum atau Aromaterapi Khusus Kucing

Saat ini sudah banyak tersedia produk aromaterapi atau pengharum ruangan khusus hewan yang dirancang untuk membantu membuat kucing lebih rileks. Aroma tertentu dipercaya dapat membantu menenangkan kucing yang mudah stres atau agresif.

detikers bisa menggunakan produk tersebut di area mandi beberapa menit sebelum proses mandi dimulai. Dengan suasana yang lebih nyaman, kucing biasanya menjadi tidak terlalu tegang. Hindari memakai pengharum ruangan biasa karena beberapa kandungannya bisa mengganggu pernapasan kucing.

9. Minta Bantuan Orang Lain

Memandikan kucing galak seorang diri sering kali cukup sulit dan berisiko membuat pemilik terluka. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya meminta bantuan orang lain agar proses mandi menjadi lebih aman.

Satu orang bisa bertugas memegang dan menenangkan kucing, sementara orang lainnya fokus membasahi dan membersihkan tubuh kucing. Dengan begitu, gerakan kucing dapat lebih terkontrol sehingga risiko dicakar atau digigit bisa berkurang.

10. Bawa Kucing ke Pet Shop

Jika kucing benar-benar terlalu agresif dan sulit ditangani di rumah, detikers juga dapat mempertimbangkan membawa kucing ke pet shop atau dokter hewan yang memiliki pengalaman menangani kucing galak untuk dimandikan. Hal ini bisa menjadi pilihan terbaik agar kucing nyaman dan pemilik tetap aman dari cakaran kucing yang galak.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa detikers gunakan untuk memandikan kucing galak agar tidak dicakar. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads