Keracunan MBG di SMPN 5 Rembang Diduga Dipicu Telur Terkontaminasi

Keracunan MBG di SMPN 5 Rembang Diduga Dipicu Telur Terkontaminasi

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Kamis, 06 Agu 2026 22:01 WIB
Menu MBG diduga picu keracunan di SMPN 5 Rembang
Menu MBG diduga picu keracunan di SMPN 5 Rembang. Foto: Dok Dinkes Rembang
Rembang -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang mengungkap dugaan sementara penyebab diare massal yang menimpa ratusan warga SMP Negeri 5 Rembang mengarah pada menu telur balado yang diduga terkontaminasi bakteri. Meski demikian, kepastian penyebab masih menunggu hasil uji laboratorium.

Kepala Dinkes Kabupaten Rembang dr Ali Syofi'i mengatakan pihaknya bersama tim Puskesmas Rembang 1 telah melakukan penyelidikan epidemiologi di SMPN 5 Rembang serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mondoteko 3 yang memasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah tersebut.

"Dinkes bersama tim Puskesmas Rembang 1 sudah melakukan penyelidikan epidemiologi di SMPN 5 Rembang dan SPPG Mondoteko 3," kata Ali saat dihubungi detikJateng melalui sambungan telepon, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penyelidikan itu, petugas mengambil sejumlah sampel untuk pemeriksaan laboratorium. Sampel yang dikumpulkan meliputi sisa makanan, bahan makanan, muntahan, hingga feses dari sejumlah siswa yang mengalami gejala.

"Tim juga sudah mengambil sampel terdiri dari sisa makanan, bahan makanan, muntahan, serta feses dari sejumlah siswa. Dugaan sementara penyebabnya adalah telur balado yang terkontaminasi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ali menegaskan dugaan tersebut masih bersifat sementara. Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

"Hasil uji laboratorium diperkirakan baru keluar sekitar satu sampai dua minggu. Setelah hasilnya keluar akan kami sampaikan kepada masyarakat," jelasnya.

Untuk mencegah bertambahnya korban, Dinkes menempatkan tim kesehatan dari Puskesmas Rembang 1 di SMPN 5 Rembang. Tim tersebut bertugas memberikan pelayanan kesehatan, melakukan pemeriksaan dan pengobatan kepada siswa, sekaligus mengamati kondisi kesehatan lingkungan sekolah.

"Tim kesehatan kami stand by di sekolah untuk memberikan pelayanan kesehatan, pemeriksaan, pengobatan, serta melakukan observasi terhadap kondisi kesehatan lingkungan sekolah," pungkas Ali.

Sebelumnya diberitakan, dugaan keracunan massal melanda warga SMP Negeri 5 Rembang pada Rabu (5/8/2026). Ratusan siswa mengalami keluhan diare, disertai mual, muntah, sakit perut, dan pusing. Sejumlah guru serta tenaga tata usaha juga dilaporkan mengalami gejala serupa.

SMPN 5 Rembang merupakan salah satu penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh SPPG Mondoteko 3. Menu MBG yang dibagikan sehari sebelum para siswa mengalami keluhan kesehatan terdiri atas nasi liwet, tempe, telur balado, semangka, dan susu kotak.

Hingga Kamis (6/8/2026), jumlah warga sekolah yang terdampak terus bertambah. Berdasarkan data Dindikpora Kabupaten Rembang, sebanyak 253 siswa masih izin sakit, tujuh guru dan satu tenaga tata usaha juga sakit. Sementara lima siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit dan seorang guru dirawat di Puskesmas Sulang.

Selain di SMPN 5 Rembang, insiden serupa juga dilaporkan dialami oleh warga sekolah SD An-Nawawiyah Rembang. Tercatat 30 siswa dan sembilan guru juga mengalami diare. SD An-Nawawiyah juga dipasok menu MBG oleh SPPG yang sama dengan SMPN 5 Rembang.



(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads