Pemkab Demak menyebut pembangunan hybrid sea wall tahap awal akan dilakukan di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung. Panjangnya sekitar 900 meter.
Sekretaris Daerah (Sekda) Demak Akhmad Sugiharto mengatakan, terkait banjir rob di Demak, penanganan terdekat yang akan dilakukan yakni dengan pembangunan hybrid sea wall. Ia menyebut tahun ini Pemprov Jateng mengucurkan sekitar Rp 10 miliar untuk proyek tersebut.
"Untuk tanggul laut masih proses pembahasan dengan Badan Otoritas Pesisir. Dari hasil pembahasan yang terakhir diprioritaskan untuk Demak, Semarang, dan Kendal," kata Sugiharto saat ditemui wartawan di Demak, Kamis (6/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara yang untuk penanganan yang ada di provinsi, insyaallah tahun ini dengan hybrid sea wall akan dilaksanakan tahun ini. Kalau nggak salah besarannya dari provinsi itu sekitar Rp 10 miliar," imbuhnya.
Sugiharto menerangkan, seiring dengan dibangunnya tol laut, banjir rob di Demak bergeser ke arah timur. Hal ini mengakibatkan banjir rob meluas di sejumlah kecamatan.
"Kerusakan alam lewat abrasi ini semenjak adanya tol laut yang ini sudah jadi kan bergeser ke arah timur. ini selain sudah sampai ke jalan Pantura, ini juga merusak alam yang ada di kecamatan yang lain, Karangtengah termasuk Kecamatan Bonang ini yang parah," ujar Sugiharto.
"Karena ini yang di daerah Sayung itu tanggul (tol) lautnya ini sudah ketutup semua, akhirnya air rob bergeser ke arah timur dan sampai ke U-turn di daerah Onggorawe," sambungnya.
Bakal Dibangun di Surodadi Sayung
Terpisah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Dinputaru) Demak, Naning Prih Hatiningrum, mengatakan pembangunan hybrid sea wall akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Rencananya, titik awal pembangunan dimulai dari Desa Surodadi, Sayung.
"Dalam waktu 1-2 bulan ini nanti segera dilaksanakan pembangunan hybrid sea wall di Desa Surodadi. Tapi kami masih perlu komunikasi lagi dengan PUPR Provinsi selaku leading sektornya nanti di sana," kata Naning saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (6/8/2026).
Panjang hybrid sea wall yang akan dibangun pada tahap awal ini mencapai 900 meter. Naning menjelaskan, hybrid sea wall ini merupakan konstruksi perpaduan antara buis beton dan mangrove.
"900 meter nanti rencananya di Desa Surodadi. Jadi nanti itu konstruksi dan juga dari mangrove. Jadi ada dua perpaduan dari struktur beton melalui buis beton sama mangrove," ungkap Naning.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Demak Eisti'anah menyebut pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa. Dia menyebut proyek itu akan dimulai dari Demak.
Dia menyebut hal itu sudah ditegaskan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan.
"Kemarin baru saja ada Musrenbang Provinsi, statement dari Pak Wagub karena beliau sendiri yang mengawal itu, insyaallah," kata Eisti'anah kepada awak media di Demak, Sabtu (7/2).
"Kami beberapa waktu yang lalu juga, Badan Otorita dari pusat juga ke Demak, memastikan nanti Giant Sea Wall dimulai titiknya pertama di Kabupaten Demak," sambungnya.
Eisti'anah menyebut Demak menjadi wilayah yang terdampak banjir karena ada reklamasi untuk pembangunan tol laut. Hal ini, menurutnya, menjadi pertimbangan pihak terkait untuk menjadikan Demak sebagai titik awal pembangunan Giant Sea Wall.
"Giant Sea Wall-nya dipastikan di Demak terlebih dahulu karena kemarin disampaikan karena memang efek dari tol laut ini kemudian ada reklamasi kan memang di Kota Semarang kering nggih, tetapi efeknya kan memang di Demak," tutur Eisti'anah.
Hanya saja, dia belum mengungkap secara pasti kapan proyek itu akan dimulai. Hanya saja, dari Pemprov Jawa Tengah akan memulai proyek Hybrid Sea Wall pada tahun ini.
"Jadi untuk Hybrid Sea Wall yang dilakukan di tahun 2026 ini oleh provinsi, dari penanaman mangrove dan buis-buisnya itu, sepanjang di anggaran 10 miliar lebih dahulu," jelas Eisti'anah.
Dilansir dari detikFinance, pemerintah berencana menggarap proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW). Proyek ini akan membentang sekitar 500 kilometer (km) sepanjang pesisir pantai utara (pantura) Jawa, tepatnya dari Tangerang sampai Gresik.
