Curhat Warga Sayung Rasakan Rob Makin Meninggi Usai Tol Laut Berdiri

Curhat Warga Sayung Rasakan Rob Makin Meninggi Usai Tol Laut Berdiri

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Rabu, 03 Jun 2026 21:59 WIB
Rumah-rumah di Timbulsloko Demak tenggelam karena banjir rob, Rabu (3/6/2026).
Rumah-rumah di Timbulsloko Demak tenggelam karena banjir rob, Rabu (3/6/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Demak -

Warga Sayung, Demak, mengeluhkan rob yang semakin meninggi usai berdirinya tol tanggul laut di wilayah mereka. Pemkab juga mengakui adanya pergeseran rob sejak tol Semarang-Demak itu mulai rampung.

Pantauan detikJateng pada Rabu (3/6/2026), banjir rob terjadi di sejumlah titik sisi utara tol wilayah Sayung, seperti di Desa Gemulak dan Timbulsloko. Warga menyebut banjir rob semakin tinggi semenjak tol tersambung.

Seorang lansia warga RT 4 RW 7, Dusun Daleman, Desa Gemulak, Munawar (70) mengatakan banjir rob di wilayahnya mulai terjadi sejak 2016 silam. Namun sejak beberapa bulan lalu, ia merasa rob semakin parah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semakin parah (saat) bodo niko (Lebaran itu), Idul Fitri," kata Munawar saat ditemui detikJateng di kediamannya, Rabu (3/6/2026).

Munawar sempat meninggikan rumahnya agar rob tidak masuk ke dalam. Ia juga membuat jalan setapak kecil dari tanah uruk di depan rumah untuk akses keluar masuk.

ADVERTISEMENT

"Pernah niku (rumah ditinggikan), sekali. Kira-kira setengah meter (hingga) 75 (sentimeter) lah," jelas Munawar.

Namun, setelah tol laut mulai tersambung, Munawar merasa air menggenang makin tinggi hingga menutup jalan uruknya dan masuk ke dalam rumah.

"Dalane (jalannya tertutup rob sampai) masuk rumah. Geser (robnya) karena niku dibendung jalan tol. Lama-lama (rob) semakin tinggi," ujar Munawar.

Munawar berharap ada solusi dari pemerintah terhadap kondisi ini. Ia ingin pantai utara segera dibendung menyeluruh agar banjir rob di wilayahnya segera surut.

Permasalahan di Dusun Timbulsloko, Desa Timbulsloko juga lebih kompleks. Selain terimbas dampak tersambungnya tol laut, pemuda setempat, Roni (23) mengatakan bahwa di wilayahnya juga mengalami penurunan muka tanah.

"Kalau menurut saya itu ada penurunan (muka tanah) sama ada dari dampak (tersambungnya) tol itu," kata Roni saat ditemui detikJateng.

"Dukuh Timbul Sloko kan ini di luar dari jalan tol. Akhirnya air yang mengalir itu melubernya ke sini ke warga-warga yang di luar tol," tambahnya.

Roni menyadari adanya penurunan muka tanah saat membandingkan data pasang surut air laut dari BMKG dengan kondisi riil yang terjadi di wilayahnya.

"Sebelum tol kesambung itu, dulu waktu di tahun 2025 itu kalau di BMKG itu 1,1 kan ketinggian 110 cm, untuk akses kami enggak tenggelam," terang Roni

"Selama jalan tol itu sudah mulai ketutup, sudah nyambung, di ukuran ketinggian 100 sentimeter aja jalan sudah tenggelam, apalagi 1,1 (meter)," tambahnya.

Roni menjelaskan bahwa rob sudah mulai menggenangi kampungnya sejak 2014 silam. Kondisinya semakin parah seiring waktu berjalan.

"Yang dulunya sawah itu jadi tambak. 2017 itu motor masih bisa masuk kalau pas surut. Tapi yang parah-parahnya itu di tahun 2019-2020 itu seperti desa mati, enggak ada akses," ucap Roni.

Warga yang memilih bertahan di Timbulsloko kemudian mulai beradaptasi dengan banjir rob lewat pendirian jalan dan rumah panggung dari bambu dan papan kayu.

"Sekarang warga juga lebih pintar beradaptasi sendiri karena kalau di (dalam) satu tahun itu panggungnya mulai tenggelam, mungkin warga sudah persiapan untuk meninggikan lagi," ujar Roni.

Roni juga berharap permasalahan banjir rob di wilayahnya bisa lekas tuntas. Menurutnya, tanggul laut di pantai utara penting dibangun secara menyeluruh.

"Kalau menurut saya sendiri kan (solusinya) tanggul laut ya, dari orang yang hidup di pesisir itu memang sangat penting," harap Roni.

Rob Bergeser Usai Tol Tanggul Laut Tersambung

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto menjelaskan bahwa saat ini sebagian besar proyek tol laut sudah rampung. Hal itu membuat air bergeser ke arah timur.

"Pascadengan adanya tanggul laut, tol dan sekarang ini juga tanggul laut tol ini sudah sebagian besar juga sudah jadi, air itu akan lari ke arah yang tanah yang lebih rendah, bergeser ke arah timur," kata Akhmad.

Akhmad menjelaskan bahwa Pemkab Demak telah menyampaikan permasalahan ini ke pihak terkait. Menurutnya, penanganan rob ini semestinya dilakukan secara menyeluruh di pesisir Demak.

"Ini sudah kita sampaikan juga ke badan otoritas pesisir dan yang ke yang lainnya, karena ini dampak rob ini pasti akan ke timur terus. Maka dari itu penanganan tidak bisa klaster ini selesai, ya kalau bisa ya semuanya, sampai Moro (Morodemak) dan Wedung," terang Akhmad.

Akhmad menyebut solusi terdekat dari permasalahan rob di Demak adalah pembangunan hybrid sea wall dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Pihaknya masih menunggu pelaksanaan program itu.

"Untuk dana provinsi yang saya tahu sudah ada anggaran untuk hybrid sea wall. Nah ini kita tunggu pelaksanaannya untuk yang hybrid sea wall itu," ujar Akhmad.

Akhmad mengakui bahwa program hybrid sea wall belum bisa menyelesaikan permasalahan rob di Demak secara keseluruhan. Sehingga, pihaknya akan mencari titik-titik yang tepat agar rob tidak naik.

"Walaupun ini belum bisa menuntaskan semuanya, hanya sebagian. Makanya harus cari tempat-tempat yang notabenenya memang betul-betul bisa mengurangi air rob naik. Itu kalau menurut saya," beber Akhmad.

Saat disinggung mengenai pelaksanaan program giant sea wall, Akhmad menjelaskan pihaknya belum mengetahui kapan tembok laut raksasa itu bakal dibangun.

"Belum tahu (kapan pembangunan giant sea wall), ini kan dari pusat kan juga mapping ya, mapping antara Banten sampai Jawa Timur," kata Akhmad.

Kendati demikian, Akhmad berharap Demak menjadi wilayah yang diprioritaskan dalam pembangunan giant sea wall. Menurutnya, kondisi di Demak paling parah dibandingkan wilayah lain.

"Tapi kita juga mengusulkan, untuk sementara ini yang saya lihat sepanjang jalan Pantura yang paling parah juga Demak. Semoga (Demak menjadi prioritas)," ujar Akhmad.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads