Sampai Mati Telan Pisau, Memang Kobra Bisa Stres?

Sampai Mati Telan Pisau, Memang Kobra Bisa Stres?

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Rabu, 05 Agu 2026 22:10 WIB
Ular kobra yang menelan pisau saat dievakuasi di Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Selasa (4/8/2026).
Ular kobra menelan pisau di Desa Sroyo, Jaten, Karanganyar. Foto: Dok. Exalos Indonesia
Karanganyar -

Ular kobra memakan pisau dapur tergolong fenomena yang cukup langka terjadi. Namun hal tersebut ada di Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Ular memakan kobra itu disebut-sebut sedang stres, memang kobra bisa stres?

Dosen dan pemerhati satwa liar Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Donan Satria Yudha, mengatakan hal itu bisa terjadi karena ular kobra tersebut salah mengidentifikasi pisau sebagai mangsanya. Dia menilai, ular kobra itu dalam keadaan tidak stres.

"Saya melihatnya bukan stres. Pisau dapur itu kan digunakan untuk memotong daging dan sebagainya, sehingga masih ada aroma yang tertinggal. Ular itu kan penglihatannya buruk, sehingga fokus menggunakan aroma," kata Donan saat dihubungi detikJateng, Rabu (5/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ular itu masuk ke dapur dan mendapati adanya pisau tersebut, ular mencium bau yang dikira mangsanya. Sehingga ular itu langsung memakan pisau dapur tersebut.

"Karena ada aroma daging, atau darah, dia memakan pisau itu. Itu menurut saya dari sudut pandang biologi. Kalau stres makan pisau, sepertinya tidak. Otak ular kan kecil banget, sehingga pikiran stres menurut saya kurang tepat," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Naas, saat kobra itu menyadari yang disantap adalah pisau, bukan mangsanya. Ular itu tidak bisa memuntahkan lagi pisau tersebut.

"Mau dimuntahkan tidak bisa, karena giginya melengkung ke belakang, sehingga tidak bisa memuntahkan. Sehingga tertelan terus," ucapnya.

Donan menilai, organ Jacobson pada ular tersebut bekerja dengan baik, karena bisa mendeteksi adanya bau pada pisau tersebut. Namun karena penglihatan ular yang buruk, kobra Jawa itu tidak menyadari jika bau dari pisau.

"Kalau salah mendeteksi, karena pisaunya bekas terkena daging," tuturnya.

Ular Bisa Stres

Meski demikian, ular sendiri bisa stres dalam kondisi tertentu. Penyebabnya karena kondisi lingkungan tidak stabil, seperti misal suhu, dan kelembapan. Lalu perubahan habitat, hingga terganggu manusia.

"Ciri-ciri ular stres meringkuk, atau gesek-gesekkan badan ke substrat keras berulang-ulang, kadang mudah marah dan mendesis," pungkansya.

Diberitakan sebelumnya, proses evakuasi ular itu dilakukan pada Selasa (4/8) sekira pukul 09.00 WIB. Ular dievakuasi oleh komunitas pecinta satwa Exalos Indonesia. Exalos mendapatkan laporan jika ada ular di rumah, Desa Sroyo, Jaten, Karanganyar. Saat didatangi ular tersebut sembunyi di sebuah lubang.

"Posisi ular ada di lubang terlihat ekornya sedikit. Ularnya ada di kandang ayam petelur," kata relawan Exalos Indonesia, Kamto, saat dihubungi detikJateng, Rabu (5/8/2026).

Dia kemudian memperbesar ukuran lubang tersebut, agar ular mudah dievakuasi. Saat proses membongkar lubang itu, ular tersebut ternyata hendak keluar.

Kamto kemudian menggunakan tongkat penjepit untuk menarik ular tersebut keluar. Namun ular itu susah untuk ditarik.

"Saya tarik kok ada yang menyangkut. Ternyata setelah keluar, dari perut ular itu terlihat benda runcing. Saya kira awalnya kayu atau apa, ternyata ada pisaunya. Saat saya tarik, pisaunya sudah keluar setengah," jelasnya.

Dijelaskan, pisau yang berada di perut ular itu adalah pisau dapur milik pemilik rumah. Dari keterangan yang dia dapatkan, pisau itu memang sudah hilang beberapa hari terakhir.

"Ujung pisaunya menghadap ke atas (kepala ular). Kemungkinan pas dimakan itu, gagangnya dulu," ucapnya.

Pisau tersebut kemudian di keluarkan dari dalam perut ular tersebut. Meski perut ular terbelah, ular masih dalam keadaan hidup.

"Ularnya jenis Kobra Jawa atau Naja Sputatrix. Usianya sudah indukan. Panjangnya mungkin 1 meteran," terangnya.

Karena warga kasihan, ular tersebut akhirnya dibunuh warga. Kamto mengaku tidak pernah membunuh ular. Ular yang dia tangkap, akan diberikan ke komunitas, atau dirilis sendiri ke tempat yang lebih aman.

Dihubungi terpisah, Ketua Exalos Indonesia Janu Wahyu Widodo, mengatakan fenomena ular makan pisau sangat tidak lazim. Meskipun ular mampu menelan benda yang ukurannya lebih besar dari badannya.

Kejadian itu dimungkinkan karena ular salah mengidentifikasi pisau sebagai mangsanya. Sebab, ular mengandalkan penciuman karena penglihatan yang tidak begitu baik, serta deteksi panas pada beberapa spesies. Benda yang berbau seperti mangsa atau bergerak bisa keliru dianggap makanan.

"Tentang pisau, ular sebenarnya tidak mampu mencerna logam. Jika seekor ular menelan pisau, itu merupakan keadaan darurat yang dapat menyebabkan luka pada mulut, kerongkongan, lambung, atau usus," kata Janu saat dihubungi detikJateng.

Jika ular sudah menggigit dan mulai menelan, refleks menelan sering terus berlangsung meskipun benda tersebut ternyata bukan makanan. Namun dalam kondisi yang lain, ular juga bisa menelan benda asing. Meski fenomena itu tetap tidak wajar.

"Ular yang stres, lapar, atau lingkungannya kurang sesuai terkadang membuat ular menelan benda asing, namun hal ini tidak umum," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads