Ular kobra memakan pisau dapur tergolong fenomena yang cukup langka terjadi. Namun hal tersebut ada di Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Ular memakan kobra itu disebut-sebut sedang stres, memang kobra bisa stres?
Dosen dan pemerhati satwa liar Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Donan Satria Yudha, mengatakan hal itu bisa terjadi karena ular kobra tersebut salah mengidentifikasi pisau sebagai mangsanya. Dia menilai, ular kobra itu dalam keadaan tidak stres.
"Saya melihatnya bukan stres. Pisau dapur itu kan digunakan untuk memotong daging dan sebagainya, sehingga masih ada aroma yang tertinggal. Ular itu kan penglihatannya buruk, sehingga fokus menggunakan aroma," kata Donan saat dihubungi detikJateng, Rabu (5/8/2026).
Saat ular itu masuk ke dapur dan mendapati adanya pisau tersebut, ular mencium bau yang dikira mangsanya. Sehingga ular itu langsung memakan pisau dapur tersebut.
"Karena ada aroma daging, atau darah, dia memakan pisau itu. Itu menurut saya dari sudut pandang biologi. Kalau stres makan pisau, sepertinya tidak. Otak ular kan kecil banget, sehingga pikiran stres menurut saya kurang tepat," jelasnya.
Naas, saat kobra itu menyadari yang disantap adalah pisau, bukan mangsanya. Ular itu tidak bisa memuntahkan lagi pisau tersebut.
"Mau dimuntahkan tidak bisa, karena giginya melengkung ke belakang, sehingga tidak bisa memuntahkan. Sehingga tertelan terus," ucapnya.
Donan menilai, organ Jacobson pada ular tersebut bekerja dengan baik, karena bisa mendeteksi adanya bau pada pisau tersebut. Namun karena penglihatan ular yang buruk, kobra Jawa itu tidak menyadari jika bau dari pisau.
"Kalau salah mendeteksi, karena pisaunya bekas terkena daging," tuturnya.
(afn/alg)