Seekor sapi mendadak ambruk di Pasar Hewan Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten. Insiden yang sempat menghebohkan pengunjung pasar itu viral di media sosial.
Kejadian tersebut diunggah akun Facebook Yt Gandi. Dalam video tersebut terlihat sapi berbulu cokelat tergeletak di lantai pasar di dekat sapi lain.
Beberapa orang tampak sibuk di sekitar sapi yang mulutnya terbuka tersebut. Ada yang berkata mencari pisau untuk menyembelih sapi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak diketahui nasib sapi tersebut selanjutnya di video.
"Panik sapi ambruk dipasar
prambanan membuat sepasar
histeris," demikian keterangan unggahan video itu seperti dikutip detikJateng.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten, Iwan Kurniawan, saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya kejadian sapi mendadak tersebut. Ia mengungkapkan lurah pasar sudah mengonfirmasi adanya kejadian itu.
"Barusan kami konfirmasi ke Lurah Pasar Prambanan dan Petugas Kesehatan Hewan Pensiunan PNS DKPP Pak Margito. Pemilik (sapi) Pak Heru dari Ceper. Sapi datang ke pasar dalam keadaan sehat," terang Iwan Kurniawan kepada detikJateng, Selasa (4/8/2026), lewat pesan ponsel.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Iwan menjelaskan sapi tersebut sikapnya agak galak. Ketika diturunkan dari armada jatuh dan berontak menabrak tambatan dan sempat terjerat tali pengikat.
"Sapi berontak menabrak tambatan dan sempat terjerat tali pengikat. Karena dilihat sapi agak galak, pemilik dan orang di sekitarnya tidak bisa banyak berbuat hingga kondisi lemas dan ambruk," tutur Iwan.
Akhirnya, sambung Iwan, sapi tersebut dipotong paksa di lokasi dijual ke jagal dari Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jagal mengutarakan, ada tulang punggung sapi yang patah.
"Tulang punggung patah, kemungkinan itu penyebab sapi bisa ambruk dan lemas. Untuk semua organ dalam sapi dalam kondisi baik dan sehat, tidak menunjukkan adanya penyakit," ungkap Iwan.
"Petugas kesehatan waktu kejadian pas tidak ada karena keterbatasan personel. Dan yang ada waktu itu Pak Margito, seorang pensiunan petugas kesehatan hewan, kebetulan rumahnya di Prambanan, saat datang sapi sudah dalam keadaan lemas," pungkas Iwan.
